9 Cara Memilih Processor AMD atau Intel Yang Bagus (Laptop/PC)



Processor, kadang sering disebut CPU, merupakan 'otak' dari komputer yang menjalankan tugas-tugas dari komputer, yang sudah mengalami perkembangan pesat sejak abad 20an. Processor, dari dulu sampai sekarang ini, sudah memiliki banyak seri dari dua kubu yang masih merajai pasar processor komputer dan laptop hingga sekarang. Yaitu AMD dan Intel.

Banyaknya seri yang ada, membuat pengguna terkadang bingung, manakah pilihan terbaik untuk mendapatkan performa yang maksimal.

Sebelum lanjut, jujur saja, sampai saat ini masih banyak sekali orang-orang yang percaya akan mitos-mitos Processor yang ada. Contohnya: Semakin banyak Core semakin bagus. Ghz (Gigahertz) semakin tinggi semakin bagus. Semakin mahal semakin bagus (Yang ini iya benar).

cara memilih cpu bagus



Mitos-mitos tersebut menyesatkan karena pada dasarnya untuk sekarang ini, perbandingan performa harus dilakukan secara benchmark untuk melihat performa yang didapat.

Metode yang masih sering dipakai saat ini adalah metode compare. Yaitu kita hanya melihat spesifikasi dari Processor tersebut. Contoh mudahnya, kita kebanyakan lihat hanya pada jumlah core dan kecepatan Ghznya saja.

Bahayanya, jika kita hanya melihat jumlah core dan Clock dari processor tersebut, maka ada kemungkinan kita bisa melihat processor tersebut terlihat jauh lebih bagus dibanding dari processor pebanding tadi. Padahal dari segi performa kalah jauh.

Untuk itulah disini kita harus mencari perbandingan agar bisa mendapat processor AMD atau Intel yang bagus.


Nah, langsung saja tips dari saya:


1. Melakukan perbandingan lewat benchmark



Mengapa harus benchmark?

Seperti yang saya bilang sebelumya, dengan bencmark, kita bisa tahu seberapa jauh performa dari Processor tersebut. Benchmark bisa didapat dari website-website penguji performa hardware PC ataupun laptop. Bahkan, beberapa website ternama juga menguji potensinya dengan overclock.

Dengan benchmark, kita bisa mengetahui score yang didapat dari processor tersebut secara real bukan score buatan lewat rating dari user dan sebagainya.

Saat ini sudah tersedia website-website teknologi internasional,
maupun lokal yang membagikan artikel-artikel benchmarking PC atau laptop.

Salah satu yang terkenal: JagatReview.com, website lokal yang memiliki banyak artikel benchmark dari processor,laptop,vga sampai HP smartphone Android.



2. Melihat dari generasinya (tidak mengikat)

Semakin lama, processor baru terus bermunculan. Kenaikan performa terkadang cukup signifikan dibanding pendahulunya. Karena ini, terkadang 2 tipe processor yang sama tapi serinya berbeda, terdapat perbedaan performa yang cukup tinggi.

Saya contohkan salah satu Processor keluaran AMD, AMD Ryzen, yang memiliki performa berkali-kali lipat dibanding seri-seri pendahulunya di harga yang sama. Begitu pula dengan Intel yang memiliki perbandingan performa yang cukup lumayan.

Selain perbedaan performa, perbedaan mencolok juga kadang terlihat di konsumsi daya. Semakin baru, biasanya semakin rendah pula konsumsi dayanya. Sehingga PC jadi lebih hemat listrik.



3. Melihat harga yang terbaik

Ada harga ada performa, tapi jika pada rentang harga yang sama pasti bingung memilih yang mana yang terbaik.

Contoh, sobat ingin memilih laptop A dengan processor A, lalu ada laptop B dengan processor B yang harganya sama.

Jika bingung seperti ini, cukup bandingkan performa seperti yang ada pada poin 1 untuk mencari performa yang maksimal di rentang harga yang sama.



4. Perhatikan kebutuhan pemakaian

Kebutuhan pemakaian, harus dipastikan agar budget tidak over alias berlebihan. Untuk yang sedang mencari laptop, terkadang hanya memaksakan melihat Processor A yang berspesifikasi Quad-Core yang bagus untuk game, padahal kebutuhan utamanya untuk mengetik.

Salah? Tidak, performa terbaik memang diutamakan, tapi lihat juga hardware-hardware pendukung lain seperti baterai,layar,storage apakah sudah mencukupi? Jangan mengorbankan satu hardware yang tidak begitu penting untuk hardware lain.

Begitu pula pengguna PC, contoh mudahnya membeli processor dengan spesifikasi tinggi, tapi tidak didukung dengan hardware yang mumpuni lain. Seperti PSU yang bagus serta listrik yang memadai. 

Processor memang hardware yang jarang sekali rusak, tapi hardware lainnya yang akan rentan rusak jika kita hanya fokus ke processor saja.




5. Jangan terpacu dari nama Processor

Ini sebenarnya masih berhubungan dengan poin 1 dan poin 2. Mungkin sobat atau teman sobat ada yang sering terikat dengan yang 'nama processor'.

"mantap, ini laptop processornya core i5, pasti mahal, ngegame apapun bisa", kata-kata ini yang terbayang dipikiran saya ketika menulis poin 5 ini.

Sekali lagi, nama Processor tidak berpengaruh. Yang pengaruh adalah Performa kemudian generasi (tidak mengikat). Coba sobat bandingkan Intel Core i5 2400 dengan Intel Core i5 6400, mana yang lebih baik? Tentu Core i5 6400 lebih baik walau sama-sama Core i5.



6. Perhatikan Core Processor (Tidak mengikat)

Walau ini bisa pro-kontra, saya tetap taruh disini. Semakin banyak core processor memang tidak selalu menjadi lebih baik. 

Tapi jika untuk sobat yang seorang gamer, ada baiknya untuk mengutamakan membeli processor dengan Core yang memadai. Tidak perlu banyak-banyak, minimal 4 (Quad) saja.

Alasannya, sekarang ini sudah mulai bermunculan game-game yang memiliki syarat minimal Quad-Core, yang kurang optimal lagi dijalankan di processor dual-core sekalipun memiliki 4 thread.

Contoh yang saya masukkan disini, game FarCry 4. Game FarCry 4 ini tidak bisa dijalankan di processor dual-core, melainkan hanya di Quad core. Jika dimainkan di processor dual-core, maka akan terjadi black-screen (walau bisa di fix dengan mod).

Untuk futureproof setidaknya ambil processor minimal Quad-core dengan performa yang memadai juga tentunya.




7. Pertimbangkan fitur-fitur yang ada

Processor juga memiliki fitur-fitur. Contoh yang mudah adalah, ada processor yang mendukung overclock ada juga yang tidak. Processor yang bisa di overclock biasanya memiliki harga yang lebih mahal, sebagai contoh ada pada processor Intel seri I (K), yang bisa di overclock.

Sedangkan AMD, kebanyakan processornya bisa di overclock.



8. Perhatikan daya processor

Pada poin nomor 4, saya bilang bahwa listrik harus memadai. Selain itu, sobat juga harus memastikan daya processor.

Processor, terutama pada seri-seri lama, cukup memakan listrik yang besar. Yang bisa sampai 110 watt. Pemakaian daya dari processor ini belum disatukan jika sobat memakai VGA discrete yang bisa memakan daya hingga 70 sampai 80 watt.

Untuk mengatasinya, sobat bisa mempertimbangkan untuk hanya mengambil processor dan VGA dengan konsumsi daya rendah, (konsumsi daya terkadang bisa dilihat dari benchmarking di website benchmark).

Untuk processor, sobat bisa mengambil tipe-tipe generasi terbaru, dimana konsumsi daya sudah cukup rendah, hanya 60-70 watt saja, dengan performa yang tentu jauh lebih baik. Sedangkan VGA, sobat bisa mengambil generasi baru, atau ambil VGA tanpa power tambahan.


9. Pertimbangkan future proof processor 

Terakhir, sobat bisa mempertimbangkan 'masa depan' dari processor. 

Maksudnya adalah, sobat bisa memilih processor yang setidaknya kira-kira performanya masih memadai hingga 3-4 tahun kedepan. Jika sobat seorang gamer, sobat harus memperhatikan poin ini.

Pemilihan socket serta chipset motherboard juga terkadang harus dipertimbangkan juga futureproof nya. Karena, beberapa tipe socket motherboard masih support processor hingga 4-5 tahun kedepan. 

Dengan mempertimbangkan motherboard yang futureproof, maka sobat tidak perlu mengupgrade motherboard juga ketika akan upgrade processor


Kesimpulannya  

Jangan percaya dengan mitos-mitos lama yang ada, seperti terpacu dengan nama processor,percaya semakin cepat clock semakin baik, semakin banyak core semakin baik. Intinya ambil processor dengan performa tinggi, yang bisa diketahui lewat benchmark didapat lewat website-website bencmarking hardware.

Kebutuhan pemakaian, jadikan alasan utama untuk tidak memaksakan budget mengambil processor yang bagus yang malah akan berakhir sia-sia. Jangan lupa faktor pendukung seperti hardware lain, dan listrik yang memadai harus siap.

Dengan demikian semoga sobat bisa mendapat processor terbaik seperti yang sobat inginkan.

Sekian terima kasih.

Punya masalah gadget atau komputer? Masukkan email Anda disini dan dapatkan cara-cara perbaikinya:

0 Response to "9 Cara Memilih Processor AMD atau Intel Yang Bagus (Laptop/PC)"

Post a Comment

1. Ada yang ingin ditanyakan? Silakan tinggalkan di kotak komentar disini.

2. Karena banyaknya Spam, komentar dengan link aktif tidak akan di publish KECUALI relevan dengan artikel

3. Sekali lagi, KOMENTAR SPAM tidak akan diterbitkan