11 Cara Mengatasi Laptop Yang Panas Dengan Super Efektif



Laptop merupakan barang elektronik yang tentu saja menghasilkan panas. Panas tersebut bisa berbeda-beda tergantung spesifikasi laptop yang dipakai. Terkadang hanya sekadar hangat dan terkadang bisa sangat panas.

Panas dari  laptop ini jika tidak diatasi bisa membuat banyak masalah lain. Yang paling umum, kita sebagai pengguna jadi tidak nyaman. Dan yang lain lagi, laptop yang digunakan bisa lemot. (Baca juga: Cara efektif mengatasi laptop lemot)

Selain lemot, laptop yang panas juga bisa jadi penyebab kenapa laptop suka mati sendiri, atau restart sendiri saat sedang dipakai. Ini bertujuan untuk menjaga komponen di dalam agar tidak terlalu panas.


panas


Saya sendiri adalah pengguna laptop. Dan sudah berganti-ganti laptop beberapa kali karena mengalami kerusakan. Laptop terakhir yang saya pakai sebelum pindah ke PC (Personal Computer), punya masalah panas yang sangat berlebih.

Ketika saya pegang di bagian bodynya yang terbuat dari alumunium.  Itu terasa sangat panas sekali. Ditambah ketika saya cek dengan aplikasi pengecek suhu Processor, suhu yang saya dapat lebih dari 100 Celcius.

Walau entah benar atau tidak. Walau sepertinya salah, mungkin sensor dari Processornya yang rusak.

Paling parah, ketika saya main game atau ngetik. Otomatis tangan saya harus menyentuh body laptop. Akibat panas ini, pemakaian untuk harian jadi sangat tidak nyaman. Belum lagi resiko kerusakan yang didapat.


Kerusakan yang didapat kebanyakan akan terkena di bagian dalam komponen. Dimana komponen bagian dalam bisa rusak karena gosong, bahkan terbakar. Yang paling rentan kena adalah mainboard, yang kalau kena akan sulit memperbaikinya.


Lantas, apa saja sebenarnya penyebab laptop panas? Ayo dibahas:



1. Penyebab laptop panas - Thermal Paste Processor kering



Untuk sobat yang masih awam, akan saya jelaskan dulu. Processor yang terdapat dibagian dalam laptop, memiliki sistem pendingin khusus untuk membuang panas yang dihasilkan.

Untuk memaksimalkan penghantaran panas antar Processor dan sistem pendingin ini, digunakan cairan khusus yang disebut Thermal Paste.

Ketika Thermal Paste ini kering, secara otomatis kinerja dari penghantaran panas jadi kurang maksimal. Dan akhirnya membuat laptop jadi jauh lebih panas.

Thermal Paste ini sebenarnya bisa cukup lama tahannya. Dan kasus dimana Thermal Paste yang mengering ini biasanya ditemukan di laptop-laptop lama dengan umur yang sudah agak tua.


2. Penyebab laptop panas - Debu yang ada di laptop



Masalah debu ini sudah jadi hal yang umum. Laptop yang dipakai, di dalam maupun ruangan pasti ada saja debu. Debu-debu ini, jika berkumpul dan masuk ke dalam laptop, sedikit demi sediikit akan mengendap dan mengganggu sirkulasi bagian dalam laptop.

Sikurlasi yang terganggu ini menyebabkan perputaran aliran udara dalam laptop jadi terganggu. Laptop yang tempat perputaran udaranya terbatas dan malah terganggu oleh debu, membuat laptop jadi berkali-kali lebih panas.


3. Penyebab laptop panas - Fan Laptop yang rusak



Fan pendingin Processor laptop, punya peran vital dalam melindungi laptop dari panas berlebih.

Sobat bisa membayangkan sendiri apa yang terjadi jika fan laptop rusak. Bahkan bisa lebih parah panasnya dibandingkan Thermal Paste yang kering.

Rusak yang dimaksud disini adalah putaran fan laptop yang sudah melemah, sehingga putarannya lambat. Atau lebih parah jika fannya tidak berjalan sama sekali.


Untuk penyebab umumnya saya pikir hanya itu saja.  Bagaimana dengan lama waktu penggunaan?

Lama waktu penggunaan, juga akan mempengaruhi panas laptop. Tapi jika digunakan untuk keperluan ringan saja, selama laptop tidak mengalami 3 penyebab diatas dan masih optimal, lama penggunaan tidak akan terlalu terasa pengaruhnya untuk pemakaian normal.

Beda lagi jika digunakan untuk aplikasi desain grafis atau game. Baru bisa menyebabkan laptop jadi sangat panas.


Lalu apa saja solusi untuk mengatasi laptop yang panas? Berikut ulasan tentang Cara mengatasi laptop yang panas.


1. Membersihkan laptop



Yang pertama tentu saja dengan cara membersihkan laptop. Bersihkan debu bagian dalam laptop, paling mudah bisa menggunakan kompresor udara. Tekanan udara yang kuat dari kompresor bisa diarahkan ke dalam lubang-lubang ventilasi laptop sehingga debu yang mengendap akan terbang.

Kelemahan menggunakan kompresor, debu yang terkena tekanan udara bisa jadi akan masuk kembali dan mengendap kembali di bagian dalam laptop.

Cara kedua, sobat bisa menggunakan vacuum cleaner (Penghisap debu). Yang bisa diarahkan ke lubang ventilasi laptop agar debu-debu yang ada jadi terhisap.

Cara paling efektif, sebenarnya dengan membongkar langsung laptop yang sobat gunakan. Ini ditujukan supaya debu yang menumpuk benar-benar hilang dan tidak mengendap kembali.

Tapi perlu diingat, menggunakan metode pembongkaran ini bisa membuat garansi laptop hangus. Jadi saya sarankan untuk tidak membongkar ketika masih garansi. 

Ditambah, jika sobat belum paham tatacara bongkar laptop maka juga bisa berbahaya. Bukan tidak mungkin laptop akan mengalami kerusakan ketika dipasang kembali.


2. Mengganti thermal paste laptop

 

Jika laptop yang dibongkar masih saja panas. Kemungkinan besar laptop yang digunakan Thermal Pastenya kering.

Sebenarnya umur Thermal Paste itu tergantung kualitas dari si Thermal Pastenya sendiri. Tapi untuk laptop sobat sepertinya tidak perlu khawatir, karena sudah terjamin dari produsen.

Sobat bisa mengganti Thermal Paste agar kontak antara sistem pendingin laptop dengan Processor bisa lebih baik, dan penghantaran panasnya bisa jadi lebih maksimal.

Perlu diketahui, jika ingin mengganti Thermal Paste, jangan memakai Thermal Paste murahan. Thermal Paste murah seperti ini jauh lebih cepat keringnya. Harganya memang murah, hanya 10 sampai 20 ribuan. Tapi dengan resiko yang didapat, lebih baik sobat ambil yang harganya 100 ribuan keatas.

Dan lagi, untuk mengganti Thermal Paste otomatis sobat harus membongkar laptop. Kalau masih sayang garansi, lebih baik tahan dulu. Atau bisa minta bantuan yang lebih ahli kalau memang ingin.



Video diatas adalah contoh penggantian dari Thermal Paste. Sobat bisa gunakan video diatas untuk referensi atau sebagai bahan belajar.


3. Mengganti fan laptop



Jika fan Processor di laptop yang sobat gunakan sudah melemah atau bahkan rusak. Lebih baik sobat mengganti fannya dengan yang baru. Harga fan Processor laptop bervariasi, dari 50 sampai 150 ribu tergantung tipe dan merk laptop yang sobat gunakan.


Untuk penggantian fan laptop tidak sesulit penggantian Thermal Paste. Tapi kalau belum paham, silakan coba ke service center, mungkin bisa dilakukan.


4. Memakai laptop di permukaan rata



Dengan 3 metode diatas, saya yakin laptop yang panas tidak akan panas berlebih lagi. Langkah selanjutnya adalah memperhatikan pemakaian pada laptop agar laptop tidak panas.

Penggunaan laptop di permukaan yang tidak rata (Biasanya kasur), bisa membuat ventilasi pembuangan panas laptop jadi terhalang atau tertutup. Ini menyebabkan pembuangan panas jadi terganggu dan membuat laptop jadi cepat panas.

Penggunaan laptop, yang paling baik adalah di permukaan datar. Supaya memastikan pembuangan panas laptop bisa maksimal.


5. Memakai perangkat lunak sesuai spesifikasi laptop



Perangkat lunak alias software, juga bisa berpengaruh terhadap panas laptop. Software yang berat membuat laptop jadi bekerja keras sehingga laptop jadi mudah panas.

Perangkat lunak ini termasuk software atau game yang membutuhkan spesifikasi tinggi. Selain software dan game, operating system (OS) yang digunakan juga berpengaruh terhadap kinerja laptop.

Yang terpenting, pastikan saja spesifikasi laptop sesuai dengan perangkat lunak yang digunakan.


6. Memakai Cooling Pad (Optional)



Memakai cooling pad, juga bisa (jadi) membantu pembuangan panas di laptop. Tapi kenapa saya tulis optional?

Alasannya masih banyak pro-kontra tentang penggunaan cooling pad ini. Karena sedikit sekali panas yang bisa dibuang oleh cooling pad ini.

Tapi bisa jadi berbeda dengan cooling pad mahal yang mungkin bisa membantu membuang panas laptop.

Selain cooling pad, ada juga kipas khusus yang membantu membuang panas laptop, tapi langsung melalui ventilasi. Jadi perputaran aliran udara di bagian dalam laptop jadi lebih maksimal.


7. Memakai laptop diruangan ber-AC



Kalau ini saya pribadi lebih merekomendasikan dibanding dengan penggunaan cooling pad.

Memakai di ruangan ber-AC atau ruangan yang dingin, secara otomatis akan membuat body serta bagian dalam laptop ikut jadi dingin. Sehingga panas yang dihasilkan tidak begitu banyak.

Selain itu, menggunakan laptop di ruangan ber-AC tidak hanya membuat laptop sobat dingin, tapi juga membuat sobat sendiri jadi dingin hehe.

Masalahnya tidak semua tempat ada AC-nya. Jadi langkah ini bisa dimaksimalkan sesuai kemampuan masing-masing.


8. Mengganti speed (kecepatan) fan processor melalui BIOS



Biasanya, kecepatan fan Processor laptop yang ada di BIOS sudah tersetting ke auto. Dimana fan akan bekerja sesuai beban yang didapat oleh laptop.

Sobat bisa menggganti setting ini sesuai keinginan, jika sobat mau laptop jadi terus-terusan dingin.

Penggantian setting kecepatan fan ini bisa berbeda-beda tempatnya tergantung dari merk dan tipe laptop yang sobat gunakan.

Silakan coba atau cari sendiri referensi untuk menggantinya


9. Mengganti settingan power laptop



Di Windows, terdapat settingan power yang bisa diubah-ubah. Settingannya biasanya ada 3, yaitu balanced, power saver, dan high performance.

Sobat bisa mengganti mode ke power saver untuk memperingan kinerja Windows sehingga panas yang dihasilkan laptop akan berkurang.

Untuk cara settingnya, berbeda-beda tergantung sistem operasi Windows apa yang sobat gunakan

Biasanya ada di  Control panel -> Hardware and sounds -> Power options.

Selain dengan menggunakan settingan power bawaan yang tersedia, sobat juga bisa meng-customisasi settingan power sesuai keinginan sobat.


10. Menurunkan brightness (kecerahan) layar



Menurunkan brightness, selain bisa membuat baterai jadi lebih hemat. Juga bisa membuat panas yang dihasilkan laptop jadi lebih berkurang.

Hal ini karena beban yang didapat dari baterai juga otomatis berkurang sehingga panas yang dihasilkan juga jadi lebih sedikit.

Untuk melakukannya, sobat bisa membaca artikel berikut: Cara meredupkan layar laptop.


11. Jika saat dipakai sudah terlalu panas, istirahatkan sejenak

 

Cara paling mudah dan paling efektif mengatasi laptop yang sudah panas adalah dengan mengistirahatkan terlebih dahulu laptop sejenak.

Istirahatkan selama 10 atau 15 menit tergantung seberapa lama panas yang ada hilang.

Cara ini biasa saya gunakan dulu ketika main game PES di laptop ramai-ramai dengan saudara sepupu. Kalau laptop sudah panas, saya istirahatkan dulu selama 10 menit atau lebih kemudian jika sudah mendingan, saya nyalakan kembali.

Game yang tadinya ngelag pun jadi normal kembali kalau laptop sudah dingin.

(Baca juga: Cara mengatasi game yang lag / patah-patah)


Cara memonitoring suhu laptop



Jika sobat sudah berhasil mengatasi laptop yang panas, maka yang perlu sobat lakukan adalah memonitoring suhu laptop.

Monitoring suhu bisa dilakukan dengan software pihak ketiga. Sobat bisa menggunakan software apapun yang sobat suka.

Kalau saya biasanya pakai Coretemp, untuk mengecek suhu laptop di PC maupun laptop saya. Sobat bisa dapatkan softwarenya disini: http://www.alcpu.com/CoreTemp/

16 Celcius, dingin nggak?

Contoh diatas adalah penggunaan coretemp sebagai aplikasi monitoring suhu. Tapi saya ambil screenshots-nya lewat PC. Untuk laptop sama saja, sobat bisa menggunakannya untuk monitoring suhu dan beban (load) Processor.

Oh iya, itu suhu 16 Celcius diatas bukan asli kok, tapi masalah sensor Processor saya.


Penutup

 

Kebanyakan penyebab laptop yang panas, ada di bagian dalam laptop dimana komponen berada. Debu yang mengganggu, Thermal Paste yang kering sampai fan processor yang rusak jadi 3 penyebab utama kenapa laptop jadi cepat panas.

Selain itu, setting serta penggunaan perangkat lunak yang tidak sesuai juga bisa membuat laptop jadi cepat panas.

Selain masalah perangkat lunak, lama waktu penggunaan laptop juga sangat berpengaruh terhadap panas laptop yang didapat. 

Sobat bisa menggunakan secara bijak untuk lamanya penggunaan laptop. Apalagi jika digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan berat.

laptop overheat
I guess, I agree with this


10 Cara diatas bisa sobat sesuaikan lagi sesuai kemampuan. Dan masih banyak setting-setting yang bisa dilakukan untuk melakukan optimasi agar laptop jadi tidak panas.

Semoga dengan ini laptop sobat yang tadinya panas berlebih bisa normal kembali.

Semoga bermanfaat, sekian, terima kasih.

Punya masalah gadget atau komputer? Masukkan email Anda disini dan dapatkan cara-cara perbaikinya:

0 Response to "11 Cara Mengatasi Laptop Yang Panas Dengan Super Efektif"

Post a Comment

1. Ada yang ingin ditanyakan? Silakan tinggalkan di kotak komentar disini.

2. Karena banyaknya Spam, komentar dengan link aktif tidak akan di publish KECUALI relevan dengan artikel

3. Sekali lagi, KOMENTAR SPAM tidak akan diterbitkan