Membahas 6 Mitos Yang Ada di Komponen PC / Laptop



Komputer maupun laptop, memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangannya. Banyak sekali perubahan-perubahan serta perkembangan-perkembangan teknologi hingga menjadi pesat di jaman sekarang.

Disamping perkembangan-perkembangan tersebut, terdapat pula mitos-mitos yang salah kaprah. Tidak jarang, bahkan bisa menimbulkan kerugian di beberapa situasi.

Jujur, saat menulis artikel ini, saya sebelumnya lagi bingung mau nulis apa. Lalu terbesit ide untuk menulis mitos-mitos yang ada di PC / laptop yang sering dipaparkan para pengguna PC / Laptop yang masih awam.

mitos


Mitos-mitos ini banyak sekali jenisnya. Paling banyak, mitos-mitos yang berhubungan dengan performa komputer / laptop. Mitos ini kebanyakan ada yang muncul karena ketidakpahaman penggunanya. Sampai dari efek sejarah perkembangan komputer / laptop yang terbawa sampai sekarang.

[Baca juga: Cara mengatasi laptop yang lemot]

Mitos-mitos yang berhubungan dengan performa ini sudah pasti berhubungan lagi dengan hardware. Tapi tunggu, jangan salah. Beberapa mitos ini juga bisa benar tergantung situasi yang ada.

Nah, apa saja mitosnya? Coba kita bahas:


Mitos #1 - RAM semakin besar semakin baik

 

Mitos pertama yang paling terkenal adalah RAM:

"Semakin besar RAM semakin baik dan semakin oke performanya. Di semua hardware, pokoknya RAM harus yang paling besar dan utama."

"Dengan RAM besar, game apapun bisa jalan dan komputer atau laptop bisa berjalan maksimal."

Sering dengar kata-kata tersebut? Mitos tersebut masih sering disebut-sebut oleh pengguna laptop atau komputer yang masih awam.

Kebanyakan tentang game, dimana mereka hanya tahu, RAM semakin besar, laptop atau komputer semakin mahal, dan semakin cepat pula performanya.

Padahal, ini benar-benar salah.


Faktanya:

RAM, tidak akan terlalu mengefek ke performa komputer atau laptop. Apalagi game. Fungsi RAM, adalah sebagai penampung memori sementara yang akan di proses oleh komputer.

Walau RAM yang kecil memang bisa membuat komputer jadi terbebani, tapi tidak serta merta dengan RAM besar komputer atau laptop bisa jalan dengan jauh lebih bagus.

Performa komputer atau laptop, yang berefek banyak itu ada di Processor -> VGA -> RAM -> Harddisk. Ini untuk game atau aplikasi render, dan bisa berubah juga dari VGA ke Processor.

Sedangkan untuk OS, optimalnya Processor -> Harddisk -> RAM -> VGA. Kinerja Processor dan harddisk lebih diutamakan untuk mempercepat proses loading.

Lalu lanjut, apakah semakin besar RAM semakin mahal pula komputer atau laptop yang kita punya?

Faktanya:

Tergantung, bisa iya, bisa tidak.. Tapi kebanyakan tidak. Kenapa?

Harga RAM itu, saya ambil rata-rata, untuk 8GB yang relatif besar di jaman sekarang harganya sekitar 700 ribuan.

Sedangkan komputer atau laptop yang memakai RAM dengan kapasitas antara 8GB biasanya punya spek yang lumayan. Jadi bisa jadi memang lebih mahal bisa pula tidak.

Faktanya, laptop atau PC mahal itu tergantung juga dengan hardware yang lainnya. RAM pun banyak sekali jenisnya, ada yang murah ada yang mahal. 

RAM juga punya kecepatan / frequency sama dengan Processor. RAM juga punya spek lain yang namanya timing. Yang kebanyakan semakin ketat semakin mahal.

Jadi kalau ada komputer / laptop yang memakai RAM murah memang bisa disebut jadi mahal?


Mitos #2 - Semakin besar Clockspeed (Kecepatan) Processor semakin bagus

 

Mitos ini sangat dan masih sangat banyak dipakai oleh banyak orang. Cerita pengalaman, saya pernah ketemu dengan seorang yang sudah cukup ahli dengan komputer / laptop.

Lalu, ketika kami sedang membahas hardware, dia tiba-tiba membahas Processornya, yang katanya Processornya kok lemot, padahal Ghznya 3Ghz.

Faktanya, Ghz Processor sama sekali tidak ada hubungannya dengan semakin besar semakin bagus.

Jika sobat membandingkan Processor keluaran 2009 dengan spek dual-core Clockspeed 3.5Ghz dengan Processor keluaran 2017 dual-core dengan Clockspeed 2.9Ghz mana yang lebih bagus?

Kebanyakan yang keluar lebih baru lebih bagus.

Karena faktanya, hampir setiap tahun produsen processor selalu mengupgrade arsitektur,performa serta spesifikasi Processor mereka jadi lebih baik. Karena itu, biasanya Processor yang rilis baru biasanya lebih bagus.

Tapi tidak mengikat.

Masih banyak Processor keluaran lama yang setara atau bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan. Biasanya lihat di rentang harga masing-masing. Untuk mengetahuinya, silakan cari benchmarknya masing-masing.


Mitos #3 - Semakin besar 'bit' VGA semakin bagus juga performanya



Bus width, (bit) Mitos ini rasanya lebih 'advanced' untuk orang-orang yang masih awam. Mudahnya, sama seperti Clockspeed Processor, atau RAM yang semakin besar semakin bagus. Bit yang ada di VGA, sama sekali tidak mengikat dengan seberapa bagus performa VGA.

Faktanya, banyak VGA yang bitnya standar maupun kecil tapi memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan dengan VGA yang bitnya besar.

VGA juga punya spek lain, seperti Memory Clock, GPU clock dan lain sebagainya. Kalau misalnya melihat Bitnya saja, benar-benar salah.

Silakan cari, VGA lama dengan harga dibawah 1 jutaan. Banyak bitnya yang sudah 256 bit. Dan coba bandingkan dengan VGA baru dengan harga 1 juta keatas tapi bit-nya ada dibawahnya. Sobat bisa lihat kalau bus width (bit) ini tidak mengikat.


Mitos #4 - Semakin banyak core semakin bagus

 

"Bro, Processor ku Octa Core, mantap". Banyak sekali orang-orang model begini. Bahkan mitos ini bisa setara peringkatnya dengan RAM.

Faktanya, Processor dengan Core yang banyak tidak selalu bisa lebih baik dengan Processor yang jumlah Corenya lebih sedikit.

Seperti yang saya bilang tadi, Processor juga punya spesifikasi lain-lainnya, seperti Cache,Arsitektur dan lain sebagainya, yang bisa mempengaruhi kinerja dari Processor tersebut.
Untuk mengetahuinya, coba bandingkan saja Processor Quad-core murah dengan Processor Dual-core yang mahal.

Sebenarnya saya bisa saja membandingkan disini, tapi tidak enak membandingkan dua produk berbeda :)


Mitos #5 - Semakin besar memory VGA semakin bagus

 

Yang ini salah juga.. Buktinya, banyak VGA dengan memori besar tapi masih kalah dengan VGA yang memorinya kecil.

VRAM atau Memori VGA, dipakai untuk texture game yang semakin tinggi settingannya, semakin banyak pula resource yang diambil.

Kalau memori VRAM ini kurang, biasanya akan terjadi missing texture alias ada tampilan yang tidak terload. Paling terkenal ada di GTA V.

Tapi untuk game-game jaman sekarang, mitos ini bisa jadi fakta. Karena game-game baru sekarang sudah mulai butuh resource VRAM yang besar.


Mitos #6 - SSD tidak berpengaruh ke performa gaming?

 

Nah, kebanyakan orang, bilang kalau SSD itu berpengaruh terhadap loading time. Ini fakta. Penggunaan SSD bisa meningkatkan waktu loading pada game hingga 80%. Karena performa SSD yang jauh lebih baik dibandingkan harddisk.

Untuk game, apakah bisa naikkan FPS / Mempengaruhi performa gaming?

Faktanya, iya. Sobat bisa menggunakan SSD untuk mendapatkan FPS yang lebih baik dibanding Harddisk. Tapi perlu diketahui, kalau FPS yang didapat kebanyakan tidak siginifikan. Tergantung juga dengan gamenya.

[Baca juga: Kelebihan SSD dan perbedaan SSD dengan Harddisk

Dan itu saja...


Semoga bisa menambah wawasan serta pengetahuan. Jika sobat memiliki pertanyaan, silakan masukkan di komentar di bawah. Juga, tolong revisi isi dari artikel ini jika memang saya salah kaprah juga tentang mitos-mitos ini.

Artikel ini memang agak sensitif, dan bisa saya rubah sewaktu-waktu.

Terima kasih.

Punya masalah gadget atau komputer? Masukkan email Anda disini dan dapatkan cara-cara perbaikinya:

0 Response to "Membahas 6 Mitos Yang Ada di Komponen PC / Laptop "

Post a Comment

1. Ada yang ingin ditanyakan? Silakan tinggalkan di kotak komentar disini.

2. Karena banyaknya Spam, komentar dengan link aktif tidak akan di publish KECUALI relevan dengan artikel

3. Sekali lagi, KOMENTAR SPAM tidak akan diterbitkan