3 Cara Mengatasi No Bootable Device Found | Laptop / PC (Berhasil)

No Bootable Device Found Select Proper Boot Device

No Bootable Device Found "Select Proper Boot Device" merupakan pesan kerusakan Windows yang menyebabkan Komputer atau Laptop menjadi tidak bisa Booting (Pengertian Booting).

Kerusakan ini banyak dialami para pengguna Komputer. Karena di forum-forum teknologi tidak sedikit yang menanyakan cara mengatasinya.

Untuk Anda yang sedang mengalaminya juga, disini saya akan membahasnya. Karena kebetulan saya sendiri sudah berkali-kali memperbaiki error ini.


PS : Ada banyak error saat Windows Booting, salah satunya Boot Manager. Begini Cara Mengatasi Windows Boot Manager Is Missing.


Penyebab No Bootable Device Found



No Bootable Device Found adalah pesan yang muncul dikarenakan sistem operasi yang tidak terbaca pada perangkat penyimpanan. Bisa jadi dikarenakan kerusakan data.

Lengkapnya :


  • Kerusakan data (Corrupt) pada sistem
  • Terdapat virus
  • Kesalahan pengaturan BIOS
  • Storage (Harddisk / SSD) Tidak Terbaca


Jujur saja, untuk mengatasinya tidak begitu sulit. Karena saya pribadi, PC saya 90% selalu bisa dinormalkan kembali waktu muncul pesan ini.

Berikut solusinya :


Cara Mengatasi No Bootable Device Found Windows





1. Cek Apakah Harddisk Masih Terbaca?

Mengecek Harddisk Normal Atau Tidak


Untuk mengecek harddisk apakah masih terbaca atau tidak, setidaknya ada 2 cara :


  • Pertama, coba lihat di BIOS lalu cari System Information (Atau sejenisnya). 
  • Kedua, bisa juga dengan mencarinya di bagian Hardware.


Kalau tidak ketemu, berarti masalah harddisk inilah yang jadi penyebabnya. Dan untuk mengatasi harddisk yang tidak terbaca, ada 3 cara :


Cabut Kabel Lalu Pasang Lagi


Kabel Harddisk yang longgar, bisa membuat Harddisk jadi tidak terbaca dan bisa membuat muncul pesan No Bootable Device Found. Langkah untuk mengatasinya seperti ini :


  1. Bongkar Casing Komputer
  2. Lepas Kabel Harddisk
  3. Pasang kembali
  4. Nyalakan Komputer lalu cek kembali Harddisknya (Sudah terbaca atau belum)
  • Khusus Laptop cukup lepas Harddisk dari konektor.


Sebagai gambaran lebih jelasnya, bisa coba tonton video dibawah ini




Khusus Komputer, kalau Harddisk yang terpasang lebih dari satu, bisa coba pindahkan kabel power satu ke yang lainnya. Kadang bisa membantu.


Ganti Kabel


Menyambung ulang kabel tidak berhasil dan Harddisk tidak terbaca. Solusi mudah lainnya bisa coba untuk mengganti kabel (Barangkali ada yang putus).

Kabel Harddisk ini namanya Kabel SATA. Bisa dibeli di toko komputer, harganya sekitar 10 - 15 ribuan.

Kabel SATA Komputer

Untuk cara sambungnya sama seperti sebelumnya. Namun disarankan untuk mencoba port yang berbeda dengan sebelumnya.


Apakah Anda masih memakai DVD Drive? Kalau iya, Anda juga bisa memakai kabel SATA dari DVD Drive dengan cara memindahkannya ke Harddisk.


Tes Harddisk Di Komputer Lain


Mengetahui kerusakan Harddisk, bisa coba cara tes ke Komputer lain. Disini nanti bisa diketahui apakah Harddisk masih terbaca atau tidak.
Untuk pengguna Laptop juga sama. Lepas Harddisk dari Laptop kemudian pasang ke Komputer. Kalau tidak terbaca, berarti Harddisk bermasalah


Ganti Harddisk


Jika Harddisk rusak dan benar-benar tidak terbaca, maka mau nggak mau harus diganti. Biasanya disebabkan karena Bad Sector.

Harga Harddisk sendiri beberapa tahun belakangan sudah menjadi lebih murah. Anda bisa mendapatkan Harddisk kapasitas 500GB dengan harga kisaran 400 ribuan.

Baca Juga : Cara Mengatasi Inaccessible Boot Device



2. Mengganti Boot Priority Di BIOS


Setting Boot Priority

Selain masalah Harddisk tidak terbaca, ada juga kemungkinan kesalahan pengaturan Boot Priority pada BIOS yang salah sasaran.

Sebelumnya apa itu Boot Priority? Boot Priority adalah pengaturan yang memerintahkan Komputer atau Laptop melakukan Boot awal pada Hardware secara berurutan.

Makanya selain 'No Bootable Device Found', terdapat juga pesan 'Select Proper Boot Device' (Pilih perangkat Boot yang benar). 


Cara Kerja Booting Saat Memuat Harddisk


Sedikit informasi cara kerja booting saat memuat Harddisk


  • Komputer Nyala → Memilih Harddisk → Loading Normal.


Gambaran tersebut jika Komputer berhasil memuat sistem. Namun jika muncul No Bootable Device Found :


  • Komputer Nyala → Memilih Harddisk → Sistem Tidak Ditemukan → No Bootable Device Found


Contoh Boot Priority


Contoh sederhananya gini :


  • Harddisk A (Isi data)
  • Harddisk B (Isi sistem)


Detailnya : Pada harddisk A, didalamnya tidak terisi sistem. Melainkan hanya data-data pribadi. Harddisk B, berisi data namun terdapat juga sistem di dalamnya.

Kalau Boot Priority Disetting Ke Harddisk A : Harddisk A hanya berisi Data. Kalau Harddisk ini kita setting, maka akan Komputer atau Laptop tidak akan bisa boot. Dan efeknya bisa keluar pesan No Bootable Device.

Kalau Boot Priority Disetting Ke Harddisk B : Harddisk B yang terdapat sistem didalamnya, terdeteksi oleh PC.. Sehingga bisa Boot dengan normal.


Kesimpulannya bisa diambil ya.. Intinya kita harus memastikan Komputer agar pengaturan Boot Priority tersetting di Harddisk sistem.


Cara Setting Boot Priority 



Cara settingnya bisa dikatakan berbeda-beda. Mengingat kebanyakan Komputer dan Laptop memiliki tampilan BIOS yang berbeda-beda. Tapi secara garis besar seperti ini :


  1. Nyalakan Komputer atau Laptop Anda
  2. Pada saat muncul layar BIOS tekan tombol F1 - F12 - DEL (Berbeda-beda)
  3. Kemudian cari dan masuk ke pengaturan Boot Priority
  4. Atur pengaturan Priority Harddisk dengan sistem menjadi yang pertama


Sebagai gambaran, video dibawah ini bisa membantu :




Sisanya tinggal simpan saja kalau pengaturannya sudah disetting.


3. Re-install Windows


Install Ulang Windows

Dan terakhir reinstall Windows. Solusi ini cocok untuk mengatasi Windows yang rusak dikarenakan data yang corrupt maupun terkena virus.

Dengan cara reinstall, data lama akan terhapus diganti dengan yang baru. Sehingga kerusakan yang menyebabkan masalah 'No Bootable Device Found' bisa dipastikan akan hilang.

Bagi saya sendiri ini adalah hal yang wajib dilakukan, dengan catatan setelah memastikan bahwa Harddisk masih terbaca dan masih normal, serta pengaturan Priority Bootnya sudah benar.

Bagaimana cara reinstallnya? Anda bisa mencoba searching di Google atau Youtube.




Disarankan backup data lama untuk jaga-jaga barangkali tidak sengaja terhapus (Supaya data tidak hilang).


PS : Jika Anda ingin menginstall Windows 8 atau 10, jangan lupa baca juga Cara Mengubah Partisi Disk MBR Ke GPT Untuk Install Ulang Windows


Penutup...

 

Error no bootable device, pada dasarnya bukanlan kerusakan berat asalkan yang rusak tidak pada komponen.

Masalah ini juga bisa terjadi di segala jenis merk laptop. Seperti Acer, Asus, Toshiba, Lenovo, VAIO, Dell, HP dan merk-merk laptop lainnya.   

3 cara diatas adalah cara yang biasanya saya lakukan ketika menemui pesan ini. Dan sampai sekarang saya selalu berhasil memperbaiki pesan no bootable device ini.

Ada beberapa cara lagi untuk mengatasi pesan ini, tapi 3 cara diatas saya pikir sudah cukup untuk membantu.

Semoga bermanfaat, dan terima kasih.

8 Komentar

Write Komentar
Riswandi SKom
author
7/31/2018

Syukran jazakallah Ahsanul jaza admin

Balas
avatar
Dzkry A
author
8/01/2018

Sama-sama mas

Balas
avatar
10/19/2018

Makasih bang tinggal copot harddisk trs dibersihin jadi bener lagi, work 100% makasih bang

Balas
avatar
Dzikri A
author
10/19/2018

Berarti cuma dari Harddisk yah gan, bagus kalo gitu hehe..

Coba cek kesehatan harddisknya juga gan :D

Balas
avatar
kanie
author
12/05/2018

Mohon masukann nya bang.
Kenapa masih tetap muncul erorr no botable device nya, padahal sudah di instal ulang dr windows 7-10..
Cuma bisa di pakai beberapa hari saja yang normal.. selanjut nya kumat lagi penyakit nya, dan harus masuk bios dulu apabila mau masuk ke windows nya..

Balas
avatar
Dzikri A
author
12/05/2018

Udah coba cek harddisknya kang? https://www.leskompi.com/2018/11/mengecek-harddisk.html

Balas
avatar
kanie
author
12/05/2018

Sudah kang..
Hardisk terbaca paling atas..
Terakhir di instal windows 7.
Cuma jeda 7 hr saja bisa memakai normal..

Balas
avatar
Dzikri A
author
12/05/2018

Maksud saya cek kesehatan harddisk. Berarti harddisk normal ya kang? Soalnya saya kira bisa jadi filenya rusak karena Windowsnya corrupt (Efek bad sector harddisk).

Udah coba install di Harddisk lain kang?

Balas
avatar

1. Ada yang ingin ditanyakan? Silakan tinggalkan di kotak komentar disini ^^

2. Ingat,KOMENTAR SPAM tidak akan diterbitkan

3. Terkadang ada komentar yang tidak sengaja masuk ke kotak spam.. Tapi seluruh komentar pasti saya baca..