Perbedaan ZIP dan RAR

Beda File RAR dan ZIP

Banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengkompres sebuah file. Mulai untuk keperluan berbagi file, hingga untuk mengecilkan ukuran file.

Nah, ZIP dan RAR adalah dua jenis format file kompres yang biasa ditemui sekarang ini.

Selain nama ekstensinya, ada lho perbedaan tersendiri dari file ZIP dan RAR. Seperti yang ingin saya bahas di sini.

Perbedaan ZIP dan RAR

Contoh Format RAR dan ZIP

Singkatnya, file ZIP dan RAR punya cara pembuatan, algoritma, kecepatan kompresi, fitur, serta pembuat yang berbeda.

Berikut perbedaan ZIP dan RAR:

1. Dari Pembuatan File

Yang paling mudah diketahui adalah dari cara pembuatan kedua file-nya. RAR hanya bisa dibuat oleh aplikasi khusus yang bernama WinRAR.

Sedangkan format ZIP bisa Anda buat tanpa harus memakai program khusus.

Alasannya karena beberapa sistem operasi seperti Windows dan Android juga sudah mendukung format ZIP.

Bisa cek juga:

2. Algoritma

Winrar memiliki algoritma khusus yang dibuat sendiri (tidak ada istilah khusus untuk menyebut nama algoritmanya).

Algoritma ini punya kompresi yang maksimal pada filefile dengan berbagai macam ekstensi. Terutama untuk format file keluaran baru.

Sedangkan format ZIP menggunakan algoritma bernama Deflate. Data yang dikompres dengan algoritma ini akan bersifat lossless.

Semua isi data akan kembali seperti semula seperti aslinya saat di-extract.

3. Batas dan Rate Kompresi

Batas atau rate compression antara format ZIP dan RAR juga berbeda. Format RAR mampu mengkompres file sampai ukuran 8.589.934.591 GB.

Sedangkan pada format ZIP hanya bisa mengkompres file di ukuran 2 GB saja. Maka dari itu, file ZIP lebih cenderung dipakai untuk filefile dengan ukuran kecil.

4. Kecepatan Kompres

File ZIP punya kecepatan kompres yang cepat. Mengingat format ini dari awal memang didesain untuk jenis file berukuran kecil.

Untuk RAR, kecepatan kompres bisa relatif, tergantung pengaturan yang dipakai, serta fitur apa saja yang diaktifkan saat kompresi.

5. Pembuat

File ZIP dan RAR dibuat oleh orang yang berbeda. File RAR dibuat dan dikembangkan oleh Eugene Roshal pada tahun 1993.

Sedangkan format ZIP pertama dibuat dan dikembangkan oleh Phil Katz pada tahun 1989.

Contoh Format Kompresi Lainnya

Bukan hanya format ZIP dan RAR, ada dua jenis format yang memiliki fungsi mirip atau sejenis.

Keduanya juga cukup sering dipakai, terutama untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu.

Berikut formatnya:

1. 7-ZIP

7-ZIP merupakan format yang memiliki fitur archive dan kompres.

Ekstensi ini secara garis besar mirip seperti ZIP dan RAR. Tapi dengan rate compression yang lebih tinggi.

7-ZIP juga dilengkapi teknologi enkripsi AES-256, untuk membuat data-data yang dikompres jadi lebih aman.

2. GZIP

GZIP adalah format kompres yang dikhususkan untuk Linux.

Sama seperti 7-ZIP maupun file ZIP biasa, GZIP juga punya fitur kompresi. Hanya saja, file ini lebih sering dikombinasikan dengan data-data berjenis archived.

GZIP juga punya kelebihan di tingkat kompresinya yang relatif tinggi. Ukuran data yang dikompres akan jadi lebih kecil dari umumnya.

Akhir Kata

Untuk Anda yang sering kompres file, atau sering melihat format RAR dan ZIP, diharapkan penjelasan ini bisa membantu kalau Anda ingin tahu apa bedanya.

Jadi lebih baik pilih format yang mana? Nah, ini sesuaikan dengan kebutuhan saja. Anda cukup pertimbangkan beda fitur-fitur yang sudah dijelaskan tadi.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Cara Membuka CMD di Windows
Baca Yuk!

Cara Membuka CMD

Command Prompt atau biasa disingkat CMD, adalah sebuah program yang punya beragam fungsi. Di antara fungsinya adalah memperbaiki…