8+ Cara Memperbaiki Inaccessible Boot Device (Windows 10)

Inaccessible Boot Device – Kalau kita terjemahkan ke bahasa Indonesia, artinya perangkat Boot tidak dapat diakses.

Maksud dari pesan ini adalah, komponen penyimpanan Komputer atau Laptop Anda mengalami error, sehingga Windows 10 didalamnya jadi tidak bisa dimuat.

Pesan ini ditampilkan dengan layar berwarna biru, atau biasa kita sebut sebagai Bluescreen. Juga terkadang terdapat kode tertentu, seperti 0x0000007B.

Cara Memperbaiki Inaccessible Boot Device Windows 10

Kalau Bluescreen saya terkadang suka mengalaminya. Namun untuk error inaccessible boot device hanya beberapa kali.

Salah satunya dulu.. kalau tidak salah posisi habis update Windows. Setelah selesai prosesnya, Komputer otomatis restart. Namun bukannya Booting, malah muncul pesan tersebut.

Well, tapi untungnya hal itu sudah bisa saya atasi. Dan disini saya ingin membahas solusi barangkali Anda sedang mengalaminya juga. Kita mulai dari penyebabnya :

Penyebab Pesan Inaccessible Boot Device

Gagal Update : Gagal update seperti yang saya alami, membuat pesan error ini muncul. Biasanya karena koneksi internet yang tidak stabil.

Virus : Di situs resmi Microsoft sendiri disebutkan kalau virus juga bisa membuat data sistem rusak. Ini bisa membuat perangkat Boot jadi tidak bisa diakses.

Data Sistem Corrupt : Pengertiannya lebih luas. Bisa rusak karena virus dan lain sebagainya.

Harddisk Rusak : Harddisk atau jenis penyimpanan lainnya juga bisa rusak. Ini bisa mempengaruhi data.

Dan lain-lain : (Masih banyak lagi).

Cara Mengatasinya :

1. Reinstall Windows Anda

Install Ulang Windows

Saya sarankan pertama karena cara ini adalah hal yang paling efektif untuk dilakukan.

Seperti yang diketahui, kerusakan perangkat boot yang tidak bisa diakses ada pada data-data sistem yang rusak. Dengan melakukan install ulang, secara otomatis data-data tersebut akan tergantikan dengan yang baru.

Dan efeknya, tentu Windows akan jadi normal kembali.

Install ulang tidak akan menghilang data. Jika Anda belum berpengalaman, Anda bisa meminta tolong orang yang lebih ahli. Tapi untuk jaga-jaga, sebaiknya backup dulu data-data penting yang tersimpan.

2. Hapus Update Terakhir Yang Terinstall

Hapus Update Windows

Jika Anda mengalami masalah ini persis seperti saya (Setelah update), Anda sebenarnya bisa menghapus update tersebut.

Caranya, silakan nyalakan Komputer > Tekan F8 berulang-ulang > Pilih opsi Repair Your Computer > Kemudian ikuti langkahnya, cari dan pilih menu Command Prompt (CMD).

Masukkan kode-kode berikut :

  1. dir c: > Tekan Enter (Ubah C: sesuai Drive sistem).
  2. Dism /Image:c: /Get-Packages > Tekan Enter.
  3. Anda akan menemukan update-update terinstall.
  4. Ketik dism.exe /image:c: /remove-package /Nama Update (Misalnya Package_for_KB4042319)

Kalau sudah, tutup semua jendela, kemudian restart Komputer.

3. Masuk Safe Mode

Safe Mode Windows

Apa beda Safe Mode dengan Boot Windows biasa? Bedanya adalah, Safe Mode menggunakan fitur basic Windows yang membuatnya berjalan dalam keadaan sangat minimal. Efeknya biasanya error yang muncul jadi hilang.

Untuk langkah Safe Mode disini ditujukan untuk mengetahui apakah sistem Windows masih normal atau tidak. Dan cocok juga untuk mengecek data corrupt.

Caranya nyalakan Komputer > Tekan F8 berulang-ulang > Kemudian pilih opsi Safe Mode. Tunggu beberapa saat, jika tidak muncul Bluescreen inaccessible, berarti sistem Anda masih normal.

4. Lepas Semua Perangkat Tersambung

Lepas Perangkat Tersambung

Error pada driver, walau tidak tercatat sebelumnya, namun bisa jadi penyebabnya.

Dalam hal ini, driver yang dimaksud sumbernya dari perangkat eksternal. Misalnya Mouse, Keyboard, Modem dan lain-lain.

Coba matikan Komputer > Lepas semua perangkat yang tersambung > Kemudian nyalakan kembali.

5. Gunakan System Restore

Memakai System Restore

Fitur ini berfungsi untuk mengembalikan sistem Windows 10 yang rusak jadi normal kembali.

Caranya dengan mengganti data yang rusak, ke data baru yang telah tersimpan dalam backup beberapa waktu sebelumnya.

Silakan nyalakan Komputer > Tekan F8 berulang-ulang > Pilih opsi Repair Your Computer > Kemudian ikuti langkah-langkahnya sampai ketemu System Restore.

Setelah itu Anda tinggal mengembalikan sistemnya saja.

Namun perlu diingat, data-data tersimpan dalam jangka waktu tertentu di penyimpanan komputer Anda akan hilang. Jadi silakan pertimbangkan dulu.

6. Gunakan Fitur Reset

Reset Windows 10

Di Windows 10 terdapat fitur reset yang berfungsi untuk menghilangkan semua data, sekaligus mengembalikan data rusak menjadi baru lagi.

Untuk memakai fitur reset ini kurang lebih sama seperti langkah-langkah masuk ke System Restore. Namun setelah memilih opsi Repair Your Computer, kita harus cari opsi Reset This PC.

Namun beda dengan sistem restore dimana masih ada data tersisa, fitur reset ini akan menghapus semua data tanpa sisa. Jadi pertimbangkan juga.

7. Periksa Kabel Harddisk

Cek Kabel Harddisk

Kabel Harddisk longgar, sekilas mungkin terdengar agak kurang masuk akal, namun bisa saja terjadi.

90% Harddisk yang digunakan Komputer saat ini menggunakan koneksi SATA. Disini coba Anda bongkar kemudian periksa kabelnya. Jangan lupa lepas dan sambung lagi.

Untuk Laptop biasanya tidak ada kabel, namun tetap bisa dilepas pasang juga.

8. Periksa Harddisk, Apakah Rusak?

Periksa Harddisk

Harddisk rusak akan membuat kerusakan data acak didalam penyimpanan. Dan masalah Inaccessible ini bisa muncul karena hal tersebut.

Karena itulah sangat disarankan untuk memeriksa kondisi harddisk, jika Anda telah mencoba langkah-langkah sebelumnya tapi belum berhasil.

Caranya? Dengan menghubungkan Harddisknya ke Komputer lain, kemudian memakai aplikasi seperti Harddisk Sentinel atau HDTune.

Penutup…

Cara mengatasi inaccessible boot device di Windows 10 ini diharapkan bisa membantu Anda. Saya sendiri dulu pakainya cara nomor 1, 5 dan 7. Tapi disini sengaja saya tulis beberapa tambahan, karena solusi efektif setiap Komputer biasanya beda-beda (Tergantung kerusakan).

Intinya asal bukan komponen seperti Harddisk yang rusak, memperbaiki masalah ini nggak susah. Karena pada dasarnya kita hanya perlu memperbaiki data sistemnya.

Itu saja, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like