9 Penyebab HP Lemot (Android) Dan Cara Jitu mengatasinya

9 Penyebab HP Lemot (Android) Dan Cara Jitu mengatasinya

Smartphone Android, memiliki jumlah pengguna terbesar di Indonesia yang bahkan menguasai hampir 80% pasar smartphone. Tidak aneh, mengingat harga yang ditawarkan beragam serta banyaknya fitur-fitur menarik yang didapat menjadi alasan kenapa orang-orang suka memakai Android.

Tapi seperti yang kita tahu, Android adalah sebuah sistem operasi. Dan sistem operasi ini lama kelamaan kinerjanya akan melambat dan menjadi lemot. Karena itu penting sekali, untuk mengetahui penyebab HP lemot supaya kinerja Android anda tetap maksimal.


HP LAMBAT


Di indonesia, tidak sedikit pengguna Android yang masih memakai spesifikasi low-end. Pada Android dengan spesifikasi low-end, resiko lemot yang didapat jauh lebih tinggi.

HP yang lemot, tentunya akan membuat penggunanya menjadi terganggu. Pekerjaan atau aktivitas yang biasa dilakukan di HP pun bahkan bisa terhambat. Karena itu, penting sekali untuk mengetahui penyebab Android lemot agar kinerja Android tetap kencang dan optimal.

Nah, sebelumnya saya pernah membagikan cara mengatasi laptop lemot. Dan sekarang, saya akan membahas penyebab HP Android yang lemot yang wajib Anda ketahui.

Langsung saja kita bahas:


1. Spesifikasi smartphone terlalu rendah

 

Sama saja dengan PC maupun laptop. Android yang speknya terlalu rendah, otomatis kinerjanya akan kurang optimal. Kalau awal-awal baru beli memang tidak terlalu berpengaruh. Tapi pada jangka waktu tertentu, spesifikasi Android yang terlalu rendah akan membuat HP jadi lemot.

Ini karena HP Android akan terus menerus membuat file cache ketika dipakai. Ditambah aplikasi-aplikasi yang diinstall akan memenuhi memori, baik itu RAM maupun memori internal.

File-file cache serta aplikasi-aplikasi yang memenuhi memori tadi akan membebani kinerja, dan tentunya akan membuat HP jadi lemot kalau tidak segera dioptimasi.


#Solusinya

 

  • Lakukan pembersihan dengan cara menghapus file-file yang tidak diperlukan dan lakukan penghapusan aplikasi-aplikasi yang jarang dipakai.
  • Pakailah jumlah aplikasi yang masih dalam batas kemampuan spesifikasi Android Anda. Jangan berlebihan, apalagi kalau sampai memori penuh.
  • Pertimbangkan reset pabrik kalau benar-benar sudah lemot.
  • Pertimbangkan ganti HP baru kalau memang HP yang digunakan sudah terlalu jadul.


2. Terlalu banyak aplikasi yang terinstall

 

Seperti yang saya bilang tadi, aplikasi yang terlalu banyak terinstall akan memenuhi memori internal. Apalagi kalau jumlahnya tidak terkendali. Bisa-bisa ruang internal kosong pada Android jadi habis.

Kalau internal sudah habis, anda akan menemui beragam hambatan. Seperti tidak bisa download dari Google playstore, tidak bisa download dari browser, sampai tidak bisa save dokumen maupun PDF.


#Solusinya

 

  • Sama dengan poin sebelumnya, lakukan penghapusan aplikasi-aplikasi yang jarang atau bahkan tidak dipakai. Aplikasi-aplikasi ini hanya akan memenuhi ruang kosong di Android Anda.
  • Anda juga bisa menghapus data-data yang tidak diperlukan di memori internal. Seperti dokumen yang tidak terpakai, foto, sampai video-video yang notabene ukurannya besar-besar.
  • Bersihkan cache pada Android dengan aplikasi-aplikasi cleaner (Bisa di download di playstore). File cache yang jarang dibersihkan dan sudah menumpuk, sizenya bisa mencapai 500 MB. Lumayan kan, untuk menyimpan data-data?


3. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan 

 

Kalau sebelumnya, kita membahas soal aplikasi yang terlalu banyak terinstall yang menyebabkan memori internal penuh. Nah, beberapa aplikasi yang diinstall juga ada yang berjalan secara otomatis di latar belakang.

Aplikasi-aplikasi yang berjalan di latar belakang ini, contoh mudahnya seperti Whatsapp atau BBM. 2 aplikasi chatting ini adalah tipe aplikasi yang memiliki background service (Berjalan di latar belakang).


Aplikasi-aplikasi tipe begini kalau terlalu banyak, akan memenuhi RAM sehingga membuat kinerja HP jadi lambat. Ditambah aplikasi ini juga memberi beban pada CPU.


Bukan cuma lambat...


...RAM yang terlalu penuh juga akan membuat aplikasi jadi force close.


#Solusinya

 

  • Hapus aplikasi yang berjalan di background service. Tidak perlu semua, cukup yang tidak perlu / jarang dipakai saja.
  • Disable service bawaan Android yang tidak perlu, dengan cara force stop (Hentikan paksa).


4. Terlalu banyak file sampah

 

Sudah dibahas sebelumnya, Android yang dipakai otomatis akan menumpuk file cache. File-file cache ini, semakin lama akan semakin banyak dan bisa memenuhi memori internal.

Kalau Anda googling "Cara mengatasi aplikasi force close", mungkin Anda akan menemui cara memperbaiki aplikasi tersebut dengan cara clear cache.

Ini dikarenakan terdapat error yang datanya tersimpan pada cache aplikasi tersebut. Jika di clear, maka data akan tereset dan jadi kembali normal. 


#Solusinya

 

  • Clear cache sistem, bisa dilakukan dengan aplikasi-aplikasi cleaner yang bisa didapat di Playstore. Clear cache, juga bisa dilakukan secara manual (Tapi butuh sedikit wawasan untuk melakukannya).
  • Clear cache aplikasi, bisa dilakukan lewat App management di setting Android. Perlu diperhatikan, bahwa ada kemungkinan data tereset pada aplikasi yang menyebabkan hilangnya suatu setting / file pribadi Anda. 


5.  Temperatur HP terlalu panas

 

Temperatur HP yang terlalu panas, masih belum jelas apakah benar akan menurunkan performa atau tidak. Tapi memang, kebanyakan barang elektronik (seperti komputer / laptop) performanya akan menurun kalau terlalu panas. Jadi bisa saja benar adanya.

Temperatur HP yang terlalu panas, bisa disebabkan karena banyak hal. Dari faktor pemakaian sampai faktor dari spesifikasi HP itu sendiri.

Kalau faktor chipset (CPU) yang memang sudah ada masalah panas dari pabriknya, ini tidak bisa diperbaiki. Tapi untuk masalah faktor pemakaian, bisa diatasi:


#Solusinya

 

  • Mengoptimasi aplikasi-aplikasi yang berjalan di background service, akan menurunkan temperatur dari CPU. Ini dikarenakan beban pada CPU jadi berkurang.
  • Jika masalah panas sudah bawaan dari spek, Anda bisa mengatasinya dengan mengurangi pemakaian pada aplikasi-aplikasi berat (Seperti game dan sebagainya). Untuk aplikasi-aplikasi chatting maupun browser, saya kira tidak masalah. 
  • Kurangi memakai HP sambil di cas. Karena panas yang dihasilkan akan lebih tinggi dibanding pemakaian dengan baterai.
  • Istirahatkan sementara dan reboot smartphone Anda kalau sudah terlalu panas. Ini bisa membantu HP Anda supaya jadi lebih cepat dingin.


6.  Virus

 

Virus di Android, memang tidak begitu sering ditemui. Tapi virus ini juga bisa jadi salah satu penyebab HP lemot.

Penyebabnya, karena virus ini bekerja di latar belakang (Background services) sehingga akan membebani CPU dan RAM. Sama seperti aplikasi jenis background services yang saya jelaskan tadi.

Virus-virus ini banyak jenisnya. Tapi yang paling sering saya temui, adalah adware. Yaitu jenis virus yang sering menampilkan iklan saat pengguna Android sedang melakukan browsing.

Virus-virus seperti ini, biasanya didapat ketika seseorang mendownload file yang tidak jelas asalnya. Atau meng-klik link tidak jelas yang berpotensi mendatangkan file virus.


#Solusinya

 

  • Hindari website-website tidak jelas. Apalagi yang banyak iklan-iklan aneh. Kadang virus sudah tertanam di website seperti ini, dan akan membuat HP jadi beresiko terkena virus.
  • Jika diperlukan, install antivirus mobile untuk membantu Anda mencegah virus masuk saat sedang browsing.
  • Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan reset pabrik, agar seluruh data-data virus yang tersimpan hilang. Dengan catatan data-data pribadi juga akan hilang.


7. Terlalu banyak aplikasi optimasi

 

Poin ini mirip dengan poin nomor 3. Bedanya, pada poin ini lebih di-khususkan ke aplikasi optimasi.

Aplikasi optimasi / Aplikasi cleaner, bermanfaat untuk membersihkan serta menjaga kinerja Android agar selalu optimal. Aplikasi-aplikasi ini ada banyak sekali jenisnya. Dan sudah di download hingga ratusan juta orang di playstore.

Masalahnya, ada beberapa orang yang memasang lebih dari 1 aplikasi optimasi dengan asumsi akan mempercepat kinerja Android hingga berkali-kali lipat.

Tapi itu salah..

Aplikasi optimasi ini juga membutuhkan resource RAM. Dan seperti yang dibahas sebelumnya, RAM yang terlalu penuh akan membuat kinerja Android jadi terganggu.


#Solusinya

 

  • Jika Anda juga memasang lebih dari 1 aplikasi optimasi, lebih baik copot 1 atau lebih aplikasi optimasi tadi. Cukup pakai 1 aplikasi optimasi. Lebih dari itu, maka cara kerja aplikasi tersebut akan tidak berguna.
  • Saya sarankan untuk memakai aplikasi optimasi yang tidak terlalu banyak iklan. Karena akan membuat HP lemot saat dalam proses cleaning-nya.


8. Lemot karena root

 

Root pada Android, deskripsi mudahnya seperti memberi akses admin penuh kepada user agar bisa mengubah-ubah sistem pada Android. Nah, kebanyakan user Android yang melakukan root, biasanya karena ingin memakai aplikasi-aplikasi yang hanya bisa berjalan pada mode root.

Lalu apa sebab lemotnya?

Masalah utamanya kebanyakan ada pada aplikasi root yang terinstall. Aplikasi-aplikasi root, butuh akses admin yang artinya nanti akan terhubung ke sistem. Aplikasi-aplikasi ini bisa berpontesi membuat kinerja Android jadi tidak stabil.

Selain aplikasi, penggunaan tweak / modifikasi sistem yang salah, juga bisa memperlambat kinerja.


#Solusinya

 

  • Lakukan analisa aplikasi yang diperkirakan membuat sistem jadi tidak stabil. Hapus aplikasi tersebut jika sudah ketemu.
  • Hapus tweak yang tidak berguna, atau bahkan merusak.
  • Lakukan unroot jika memang perlu. Jika sudah di unroot, disarankan untuk melakukan reset pabrik agar HP jadi fresh kembali.
 
 

9. Sistem tidak stabil

 

Terakhir, kalau tadi masalah root, sekarang masalah sistem. Sistem pada Android, tidaklah selalu stabil. Karena kadang ada juga bug-bug yang membuat kinerja Android jadi melambat.

Walaupun HP yang digunakan speknya tinggi, tapi jika sistem yang digunakan tidak stabil, maka jadi percuma.

Untuk masalah sistem tidak stabil ini, sedikit banyak bisa ditemui di merk-merk HP tertentu.


#Solusinya

 

  • Lakukan update ROM (Sistem) ke yang lebih stabil jika developer HP Anda sudah merilisnya. Sebelum update, coba lihat-lihat reviewnya dulu di internet untuk mengetahui apakah ROM-nya sudah stabil atau belum.
  • Jangan dipaksakan. Kalau ROM yang sekarang sudah up to date tapi tidak stabil, lebih baik lakukan downgrade ROM ke versi yang lebih stabil.
  • Khusus pengguna Custom ROM, carilah Custom ROM yang di rekomendasikan oleh pengguna dengan tipe yang sama dengan HP Anda. Jika kebanyakan Custom ROM yang di pakai tidak stabil, akan lebih baik untuk mengembalikannya ke Stock ROM.
  • Sistem tidak stabil yang bukan dari bawaan developer, sedikit banyak bisa diatasi dengan reset pabrik.
  • Sistem yang tidak stabil juga sedikit banyak bisa diatasi dengan optimasi Android dengan mode root.


Kesimpulan

 

9 Penyebab HP Android lemot diatas, adalah common causes Android yang kinerjanya lambat. Supaya mudah, saya rangkum dibawah ini:

  • 1. Spesifikasi terlalu rendah
  • 2. Terlalu banyak aplikasi yang terinstall 
  • 3. Terlalu banyak aplikasi yang berjalan
  • 4. Terlalu banyak file sampah
  • 5. HP panas
  • 6. Virus
  • 7. Terlalu banyak aplikasi optimasi
  • 8. Root tidak stabil
  • 9. ROM Tidak stabil

Untuk solusi HP lemot (secara umum) :

  • Bersihkan cache sistem
  • Uninstall aplikasi yang tidak diperlukan
  • Hapus data-data yang tidak diperlukan pada memori internal
  • Disable aplikasi yang berjalan di latar belakang
  • Gunakan antivirus jika diperlukan
  • Clear cache pada aplikasi jika diperlukan
  • Gunakan aplikasi cleaner jika diperlukan
  • Jangan menggunakan aplikasi optimasi lebih dari 1
  • Unroot jika diperlukan
  • Update sistem jika diperlukan
  • Downgrade sistem jika diperlukan
  • Reset pabrik jika diperlukan 
  • Flash ulang HP jika diperlukan 
  • Lempar HP dan ganti yang baru


Mudah bukan?


Penutup...


 
Penyebab HP lemot, tidaklah hanya 9 masalah diatas. Tapi masih banyak penyebab lainnya yang belum dibahas disini yang bahkan bisa jadi faktor penyebab HP lemot yang Anda alami.

Sekali lagi, 9 Penyebab diatas adalah penyebab umum dari Android lemot, dan solusinya bisa digunakan di HP merk apapun dengan tipe apapun.

Beberapa solusi diatas, mungkin beresiko merusak HP Android Anda. Dan saya tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang mungkin Anda alami.

Pastikan Anda sudah melakukan instruksinya dengan teliti dan bila perlu, googling lagi apa-apa yang dibutuhkan untuk solusi massalah yang ingin Anda jalankan.

Semoga bermanfaat, dan terima kasih.
Lanjut Baca
7 Aplikasi Pembersih RAM Terbaik Untuk Bersihkan Memori Penuh

7 Aplikasi Pembersih RAM Terbaik Untuk Bersihkan Memori Penuh

Banyak sekali cara untuk menjaga kinerja Android agar tetap fresh, lancar dan tentunya tidak lemot. Mulai dari optimalisasi ringan sampai optimalisasi super 'advanced' yang tentunya tidak semua orang bisa.

Salah satu cara menjaga kinerja tersebut, adalah melakukan pembersihan RAM secara berkala agar HP tidak mengalami masalah seperti force close saat sedang dipakai.

Dan pengoptimalan RAM, sekarang sudah bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan untuk yang baru pegang HP Android pun bisa langsung paham. Caranya, dengan memakai aplikasi pembersih RAM.


Aplikasi untuk membersihkan RAM dan memberhentikan Aplikasi yang berjalan


Beda dengan komputer atau laptop, yang kalau memori penuh paling hanya terjadi hang. Kalau Android, memori RAM yang terlalu penuh akan menyebabkan aplikasi tertutup secara paksa alias force close.

Tentu saja ini cukup menganggu.. Terutama untuk Android yang RAMnya kurang mumpuni (Dibawah 2GB).

Nah, dengan aplikasi pembersih RAM, sobat tidak perlu khawatir dengan masalah ini, karena RAM akan diatur semaksimal mungkin agar tidak terjadi force close. Aplikasi-aplikasi tersebut saat ini ada banyak sekali di playstore.

Tentunya disarankan untuk tidak mendownload sembarangan. Bisa-bisa bukan RAM yang jadi bersih, justru HP Android kinerjanya akan jadi semakin terganggu..

Disini saya akan membagikan beberapa Aplikasi pembersih RAM yang saya (Dan para user Android) rekomendasikan untuk sobat yang sedang mencari Aplikasi pengatur RAM. Berikut rekomendasi aplikasi-aplikasinya:


1. Greenify Root / Non Root

 

Greenify 2

Aplikasi pembersih RAM pertama yang saya rekomendasikan adalah Greenify. Aplikasi yang identik dengan logo daun ini memiliki fungsi menghibernasi / mematikan sementara aplikasi yang sedang berjalan melalui servicenya.

Dengan adanya fitur hibernasi ini, aplikasi-aplikasi yang berjalan di latar belakang akan berhenti. Sehingga RAM yang tadinya penuh akan jadi lega kembali.

Dengan aplikasi ini, sobat juga tidak perlu mengoptimalisasi terus menerus. Cukup biarkan Greenify berjalan di background (Latar belakang) dan secara otomatis Greenify akan berjalan.

Aplikasi ini juga bisa berjalan di mode root dan mode non root. Dimana tentu saja, mode root memiliki fitur jauh lebih bagus dibanding dengan mode non root.


Aplikasi ini cocok untuk semua jenis dan merk HP dan terdapat 2 versi. Yaitu versi gratis dan versi donatur. Sobat bisa mendownloadnya lewat playstore.


2. Clean master

 

aplikasi clean master

Kalau berbicara masalah aplikasi utilities maka sobat tidak boleh melewatkan Clean master. Clean master, adalah aplikasi penjaga kinerja Android yang memiliki beragam fitur. 

Selain menjaga kinerja RAM, di dalam aplikasi ini juga terdapat fitur untuk membersihkan file-file sampah memori Internal. Sehingga sangat cocok untuk sobat yang juga memiliki masalah internal penuh.

Aplikasi ini memiliki user interface yang simpel dan mudah digunakan yang cocok untuk para pengguna Android yang masih awam (Adik saya perempuan pun paham pake aplikasi ini).

Clean master sendiri memiliki beberapa versi, dan bisa di download gratis di playstore.


3. CCleaner

 
Ccleaner

CCleaner, kalau di PC / Laptop, software ini adalah software favorit saya untuk menjaga kinerja PC saya agar tetap optimal. Nah, selain di PC / laptop, CCleaner juga terdapat di Android.

Ccleaner pada Android, tidak kalah dengan versi PCnya. Dengan CCleaner Android, sobat bisa melakukan beragam optimasi ringan dengan cepat.

Aplikasi ini memiliki size hanya berkisar 5 MB, terdapat versi free dan premium yang bisa di download di playstore. 

Pada dasarnya, fungsi dari aplikasi ini, adalah untuk mengoptimalisasi memori internal / data agar lega. Tapi, ada kategori App manager dimana terdapat informasi secara detail tentang aplikasi-aplikasi yang ada, seperti ukuran, versi, bahkan informasi apakah aplikasi itu berjalan pada startup atau service. 

Nah, lewat informasi-informasi aplikasi tadi sobat bisa dengan mudah menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak perlu, supaya RAM yang penuh jadi lega kembali.



4. RAM Booster eXtreme Speed Free

 

Ram booster

 

Walaupun namanya tidak setenar aplikasi-aplikasi sebelumnya, aplikasi ini tidak boleh dipandang sebelah mata. RAM Booster eXtreme Speed Free, adalah aplikasi pembersih RAM yang cukup efektif untuk dipakai.

Dengan aplikasi ini, kita bisa menghentikan aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan di background service secara manual. Sehingga tidak akan mengganggu penggunaan HP barangkali ada aplikasi yang ingin tetap berjalan.

Walau jumlah download masih belum begitu banyak dibanding 3 aplikasi sebelumnya, aplikasi ini mendapat review cukup positif dari para penggunanya.

Yang harus diperhatikan, aplikasi ini memiliki ciri khas tampilan berwarna hitam yang bagi sebagian orang terasa kurang 'user friendly'. Jadi sobat mungkin saja harus menyesuaikan terlebih dahulu dengan tampilannya.


5. Power Clean

 

Power clean
Aplikasi selanjutnya adalah Power Clean. Power Clean adalah aplikasi utilities yang punya fitur sama dengan Clean Master. Aplikasi ini bahkan sudah di download oleh 100 juta pengguna Android di playstore.

Power Clean ini punya fitur yang memungkinkan penggunanya untuk membersihkan file-file junk. Dan tentunya, Power Clean ini juga memiliki fitur untuk end task pada aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan yang berguna untuk melegakan RAM.

Selain 2 fitur tadi, di aplikasi ini juga terdapat fitur hibernasi dimana kita bisa memberhentikan aplikasi secara manual. Dan aplikasi yang diberhentikan tadi hanya akan terbuka jika sobat membukanya kembali (Mirip greenify).

Aplikasi ini sizenya hanya 4 MB dan bisa di download secara gratis di Google Play Store.



6. AVG Cleaner

AVG

Pasti tahu dong dengan AVG yang sudah terkenal sebagai salah satu Antivirus terbaik di PC / laptop? Nah, AVG juga punya aplikasi untuk membersihkan RAM penuh di Android, namanya AVG Cleaner.

Aplikasi ini memiliki fitur utility sama seperti aplikasi-aplikasi sebelumnya. Dengan AVG Cleaner, sobat bisa menghapus file-file sampah, menghapus aplikasi atau data yang kira-kira perlu dihapus, dan memberhentikan aplikasi yang sedang berjalan untuk melegakan RAM.

Cara melegakan RAM di aplikasi ini dilakukan secara manual. Jadi sobat disarankan supaya sedikit berhati-hati agar aplikasi penting tidak terhenti (Seperti sosial media / aplikasi chat).

Pada AVG Cleaner versi pro, terdapat fitur pembersihan secara otomatis. Sehingga sobat tidak perlu repot-repot melakukan optimalisasi secara manual.



7. Avast Cleanup


Avast


Avast, perusahaan yang telah mengakuisisi AVG dan juga salah satu brand software Antivirus terbaik di PC / Laptop ini juga memiliki aplikasi cleaner di Android. Namanya Avast Cleanup.

Untuk interface (Tampilan), Avast Cleanup ini mirip dengan AVG Cleaner. Cara kerjanya juga mirip dengan AVG Cleaner.

Bedanya, ada fitur dimana sobat bisa merubah tema dari aplikasi ini. Sehingga sobat tidak akan bosan dengan tampilan yang itu-itu aja.

Aplikasi ini punya rating yang cukup baik. Sizenya sekitar 16 MB dan sudah diunduh sebanyak 10 juta kali di playstore.


Kesimpulan...

 

Nah, selain  7 Aplikasi diatas, sebenarnya ada beberapa Aplikasi pembersih RAM Android lainnya yang bagus untuk dipakai. Tapi, tidak saya masukkan karena mempertimbangkan banyaknya iklan pada aplikasi-aplikasi tersebut.

Sebagian besar Aplikasi diatas juga terdapat iklan pada aplikasinya. Tapi masih dalam jumlah yang wajar. Sehingga tidak mengganggu para penggunanya.

Untuk aplikasi cleaner RAM sendiri sebenarnya masih pro-kontra, apakah bisa melegakan RAM atau justru malah memberatkan RAM (Karena aplikasi pelega RAM sendiri butuh resource RAM).

Sejatinya, untuk HP yang kapasitas RAM-nya besar (Diatas 2GB) optimalisasi cukup dengan menghapus aplikasi-aplikasi yang berjalan tapi tidak diperlukan. Mengingat tidak banyak aplikasi yang butuh resource RAM besar-besar.

Tapi untuk HP yang kapasitas RAM-nya dibawah 2GB, aplikasi pembersih RAM ini akan cukup membantu. Terutama untuk pengguna Android yang masih awam.

Untuk masalah ini bebas. Sobat bisa memasang atau mencopotnya kalau sobat mau.


Penutup...

 

Aplikasi untuk membersihkan RAM di Android, memang banyak sekali jenisnya. Tapi ada sebagian yang tidak cocok untuk dipakai karena banyaknya iklan dan bahkan ada juga beberapa yang perlu dipertanyakan cara kerjanya.

7 aplikasi diatas saya masukkan mempertimbangkan cara kerja, fitur, jumlah iklan serta rating dan review dari penggunanya. Sehingga semoga bisa cocok juga untuk sobat yang sedang mencari aplikasi pembersih RAM Android yang paling bagus.

Jika sobat punya rekomendasi aplikasi lain, silakan taruh di kolom komentar dibawah.

Dan itu saja, semoga bermanfaat.
Lanjut Baca
7 Cara Mengatasi HP Suka Mati Dan Sendiri Dan Penyebabnya

7 Cara Mengatasi HP Suka Mati Dan Sendiri Dan Penyebabnya

HP yang lagi enak-enak dipakai tiba-tiba mati sendiri. Kalau nggak mati sendiri, kadang restart sendiri. Tentunya menjengkelkan.. Apalagi kalau lagi asik-asik main game, atau mungkin lagi mengerjakan sesuatu yang penting di HP.

Bisa-bisa ga ke save kerjaannya..

Saya sendiri jujur saja, HP saya sampai saat ini kadang-kadang mati tiba-tiba. Kalau nggak mati, kadang-kadang restart tiba-tiba. Gejalanya muncul ketika saya sedang browsing, baca manga (komik), atau sedang nonton film.

Walaupun tidak terlalu sering, tapi lumayan menganggu juga.


Android mati restart


HP mati sendiri banyak sekali penyebabnya. Kerusakan komponen pun bisa jadi penyebab HP mati sendiri. Juga selain komponen, masalah pada sistem juga bisa jadi penyebabnya.

HP mati sendiri juga tidak memandang merk.. HP Merk Samsung, Lenovo, ASUS, ACER, Oppo, Evercoss, Xiaomi dan HP-HP lainnya juga bisa terkena gejala ini.

Nah, kalau HPnya mati sendiri atau restart sendiri tapi bisa nyala lagi, sobat tidak perlu terlalu khawatir. Karena kebanyakan, kerusakannya hanya ada pada sistem.

Tapi kalau HPnya mati sendiri lalu tidak bisa dinyalakan lagi, bisa dikatakan HP itu sudah matot (Mati total).



Berikut ini, saya akan membahas penyebab-penyebab HP yang sering mati sendiri + Cara mengatasinya. Yang semoga bisa membantu sobat.

Berikut pembahasannya:


1. Status baterai error


Status baterai error, jarang terjadi tapi sering terjadi di Android dalam keadaan tertentu.

Keadaan tertentu yang dimaksud, contoh utamanya: update sistem. Setelah sistem di update, biasanya Android tidak akan selalu lancar-lancar saja. Ada bug-bug tertentu yang bisa muncul. Dan salah satunya adalah status baterai yang error.

Status baterai error, adalah keadaan dimana status baterai 'ngaco'. Status baterai yang ditampilkan tidak sesuai dengan keadaan baterai HP yang sedang dipakai. Contohnya, baterai 30% padahal aslinya hanya 4%.

Ini bisa menyebabkan Android mati sendiri tanpa disadari.

Cara mengatasinya, sobat bisa melakukan kalibrasi baterai dengan aplikasi yang bisa didapat di Google playstore.

Untuk cara kalibrasi sendiri saya sudah pernah membahasnya di: Cara perbaiki HP yang di cas tapi tidak mengisi. Silakan cari di sana.

Dengan melakukan kalibrasi, status baterai pada sistem akan disesuaikan kembali sehingga lebih akurat.


2. Sistem yang crash



Diantara penyebab kerusakan HP mati sendiri, crashing pada sistem inilah yang paling sering ditemui. Sistem yang crash, akan membuat HP Android jadi restart atau mati sendiri.

Crash pada sistem, bisa terjadi karena banyak hal. Bisa karena sistem kurang stabil, sampai ada bug pada sistem tersebut.

Untuk memperbaiki sistem yang crash seperti ini, ada cara-cara yang bisa dilakukan. Diantaranya:


A. Update sistem

Dengan mengupdate sistem, bug-bug lama yang ada akan diperbaiki sehingga mengurangi resiko sistem crash. Update sistem, bisa dilakukan lewat update settings Android.

Untuk update non official (Tidak resmi / langsung dari vendor), kurang di rekomendasikan untuk yang belum pengalaman. Karena justru akan mendatangkan bug yang lebih parah.


B. Rollback sistem

Rollback, beda dengan update. Kalau update memperbarui, kalau rollback mengembalikan sistem ke awal.

Rollback pada sistem sendiri berguna untuk sobat yang terlanjur mengupdate sistem, tapi ternyata banyak sekali bug yang didapat.


C. Reset pabrik

Reset pabrik ditujukan supaya Android yang tadinya banyak error jadi kembali lagi menjadi fresh seperti baru beli. Reset pabrik, sangat ampuh untuk mengatasi sistem yang macet / hang sampai crash.

Cara melakukan reset pabrik, bisa melalui sistem Android atau melalui mode recovery.


Dan masih ada beberapa cara lagi untuk mengatasi sistem crash. Tapi 3 cara diatas sudah cukup efektif. Apalagi reset pabrik.


3. HP terlalu panas


Beberapa chipset Processor di Android, ada beberapa yang masih kurang stabil dan memiliki panas berlebih.

Untuk masalah panas ini, saya dapat dari salah satu situs Indonesia yang juga membahas penyebab HP sering mati sendiri. Masalah HP panas ini mungkin hubungannya masih berhubungan dengan sistem crash (Tapi belum tahu pasti).

Kalau untuk jangka panjang, HP yang sering terlalu panas bisa merusak komponen bagian dalam, terutama baterai. Jadi sebisa mungkin hindari yang namanya overheating.


4. Sistem tidak stabil akibat root


Beda dengan crash pada sistem yang disebabkan karena sistem yang tidak stabil. Untuk masalah root, ketidakstabilan sistem ini bisa lebih sering terjadi.

Sistem yang tidak stabil, memang jadi salah satu resiko dari rooting Android yang memang agak sulit dihindari untuk yang masih awam. Jujur saja, HP saya juga lebih sering mati / restart sendiri ini setelah sudah dalam keadaan root.

Cara mengatasinya, sobat bisa melakukan unroot untuk mengembalikan kondisi ketika HP tidak dalam keadaan root.


Tapi kalau masih ingin pakai mode root, sobat hanya perlu mengoptimalisasi sistem sebisa mungkin agar sistem selalu stabil.


5. File sampah yang menumpuk


Android, ketika dipakai, akan secara otomatis membuat file-file cache. File cache ini lama kelamaan akan semakin menumpuk dan akhirnya akan memberatkan kinerja HP tersebut.

File sampah paling banyak didapat dari aplikasi dan browser internet.

Pada kondisi dimana file sampah yang sudah terlalu penuh, HP akan menurun kinerjanya, dan sering terjadi hang. Kalau sudah hang, akan muncul gejala lain yaitu restart / mati sendiri.

Cara atasinya, coba bersihkan file sampah dengan aplikasi pihak ketiga (Aplikasi cleaner). Atau paling mudah dan efektif, lakukan reset pabrik. 


6. HP terlalu tua


HP yang terlalu tua, komponennya otomatis sudah melemah. Apalagi kalau sistemnya selalu dalam keadaan default dan jarang sekali dibersihkan. Otomatis, file-file sampah akan menumpuk, dan menyebabkan sistem tidak stabil.

Tidak perlu ganti HP..

Untuk mengatasi ini, biasanya cukup ganti baterai dan reset pabrik. Dijamin, bisa menambah umur dari HP itu sendiri.


7. Virus


Penyebab HP Android mati tiba-tiba yang terakhir adalah Virus. Virus juga bisa menyebabkan sistem Android tidak stabil yang akhirnya bisa membuat HP jadi mati / restart sendiri.

Untuk cara mengatasi Virus sendiri gampang-gampang susah.

Untuk cara efektifnya, sobat bisa melakukan reset pabrik dan format memori HP supaya bersih kembali.

Paling efektif, sobat bisa melakukan flashing ulang pada HP. Dijamin virusnya hilang semua.


Penutup...


HP Android mati sendiri atau restart sendiri, tidaklah berbahaya asalkan bukan komponennya yang rusak, tapi pada sistem.

Kalau intensitasnya tidak begitu sering, tidak diperbaiki pun tidak masalah. Karena tidak berefek pada apapun.

Apalagi beberapa cara diatas akan cukup merepotkan dan memakan waktu. Seperti reset pabrik, yang artinya kita harus mensetting ulang HP dari awal. Belum dengan install aplikasi-aplikasinya.

Nah, tapi kalau rusaknya ada komponen, mau tidak mau sobat harus meng-garansikannya supaya komponen yang rusaknya diganti dengan yang baru.

Semoga bermanfaat.
Lanjut Baca
5 Cara Memperbaiki HP Mati Total (Matot) Pada Android Jadi Nyala Lagi

5 Cara Memperbaiki HP Mati Total (Matot) Pada Android Jadi Nyala Lagi

Kerusakan HP paling parah, HP Mati total! Dari jaman sistem HP lama sampai sistem Android sekarang inilah kerusakan yang paling merepotkan. HP-HP murah dibawah 500 ribuan sampai HP puluhan juta rupiah pun tidak akan luput dari yang namanya kerusakan.

HP mati total, adalah kerusakan dimana HP tidak mau menyala sama sekali. Dipencet tombol power tidak menyala, juga tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.

HP mati total ini bisa terjadi di segala jenis merk. Seperti Oppo, samsung, smartfren, lenovo, Vivo, Xiaomi, Sony, ASUS, Acer, dan merk-merk HP lainnya. HP matot juga bisa terjadi pada Iphone.


Cara perbaiki HP android yang rusak


Saya juga ada pengalaman memperbaiki HP mati total. HP tersebut ada di kondisi mati, di cas HP tidak tanda-tanda apapun. HP tersebut dapat dikasih dan entah apa penyebab kerusakannya.

Karena sayang kalau tidak diperbaiki (Lumayan untuk dipakai), saya mencari cara-cara di internet cara untuk memperbaiki HP yang mati total.

Sayangnya, kebanyakan website-website indonesia yang ada di Google, kurang memberikan solusi untuk mengatasi HP mati total ini.

Akhirnya jalan-jalan di website + forum HP luar.


Cara memperbaiki HP Android yang mati total

 

Tulisan ini, saya targetkan kepada sobat yang barangkali masih awam soal HP. Karena tidak semua orang mengerti tentang komponen-komponen elektronik (Saya sendiri tidak terlalu).

Kalau masalahnya ada komponen, memperbaiki HP matot harus dibawa ke tempat service. Supaya diganti komponen yang rusaknya.

Tapi jangan buru-buru..

Tidak semua HP mati total itu rusaknya ada pada komponen. HP mati total juga bisa terjadi akibat kerusakan dari sistem.

Coba lakukan terlebih dahulu hal-hal yang pernah saya lakukan ini. Siapa tahu HP sobat yang matot jadi normal kembali.

Langsung saja, berikut caranya:


1. Charger HP terlebih dahulu

 

Kalau sobat merasa kalau HP yang tadinya baik-baik saja kemudian tidak bisa nyala, bisa jadi baterai HP sobat habis.

HP mati total juga bukan berarti ada kerusakan di komponen atau sistemnya. Masalah sepele seperti baterai habis yang tidak disadari atau bahkan lupa di cas juga bisa jadi penyebabnya.

Silakan cas HP sobat terlebih dahulu dengan benar. Jika sudah, coba nyalakan kembali.

Tapi kalau sewaktu di cas tidak ada respon apa-apa (Hanya hitam), Ada beberapa penyebabnya:


A. HP tidak mau di cas saat dalam keadaan mati

Untuk pengguna custom ROM di Android, ada beberapa ROM yang terdapat bug HP tidak mau mengecas saat baterai dalam keadaan benar-benar habis.

Untuk mengecasnya, sobat harus menyalakan HP yang digunakan untuk memasuki sistem terlebih dahulu.

Cara mengatasinya, coba lakukan charger dulu selama 10 sampai 15 menit. Jika sudah, nyalakan HPnya kembali.

Kalau merespon (Nyala kembali), artinya HP masih normal.


B. Terdapat kerusakan pada salah satu komponen dalam HP

Kalau metode A tadi HP tidak mau merespon, mungkin juga terdapat kerusakan pada salah satu komponen di bagian dalam HP.

Karena kita tidak tahu komponen mana yang rusaknya, coba pakai charger dekstop untuk mengecas baterai dari luar.

Kalau sudah, pasang lalu nyalakan kembali.


C. Dan masih banyak lagi..

Penyebab HP tidak mau di charger itu bukan hanya 1 atau 2, tapi ada banyak. Kalau saya taruh detailnya disini, nanti akan kepanjangan. Karena itu, coba baca artikel ini: Cara memperbaiki HP yang di cas tapi tidak mau mengisi 


Kalau belum bisa, selanjutnya...


2. Tes dengan baterai yang lain

 

Sobat juga bisa mempertimbangkan untuk mengganti baterai dengan yang baru jika memang tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Baterai HP rusak bisa karena berbagai hal. Bisa karena panas, faktor pemakakaian, sampai faktor usia yang sudah terlalu tua. 


Untuk pengetesan sendiri bisa dilakukan dengan baterai baru, atau dengan baterai HP lain (Asalkan cocok).

Saya sendiri pernah mengetes HP saya yang mati total dengan baterai HP lain. Hasilnya, HP nyala kembali (Walaupun berkedip-kedip karena tegangan tidak cocok).


3. Wiping data, cache, system di recovery

 

Cara ini saya dapat di website jalantikus. Untuk cara ini, bisa dilakukan jika HP masih ada tanda-tanda kehidupan dan bisa masuk recovery.

Recovery, adalah sebuah sistem kendali pada Android dimana kita bisa melakukan penghapusan dan perubahan pada sistem Android. HP yang mati total karena sistem, biasanya disebabkan karena sistem yang corrupt alias rusak.

Recovery

Nah, sejauh yang saya tahu, ada 2 cara untuk memperbaiki HP Android yang sistemnya rusak karena corrupt.

Cara pertama: 

  • Silakan masuk ke dalam recovery Android dengan cara memakai tombol kombinasi. Untuk tombol kombinasinya berbeda-beda tergantung merk. Saya sudah menulis tombol kombinasi pada banyak merk Android di Cara memperbaiki Android bootloop.
  • Saat sudah masuk sistem recovery, cari kategori wipe data, dan wipe cache / dalvik cache.
  • Lakukan wiping (Penghapusan) data dan cache sampai selesai. Jika sudah, restart.
  • Kalau jalan, berarti sobat masih beruntung. Kalau belum jalan, coba wipe system dengan catatan nanti HP bisa nyala tapi tidak bisa dipakai.

Kalau sudah di wipe sistem, maka HP harus diinstall ROM baru kembali. Cara installnya bisa lewat mode recovery tadi dengan melakukan flashing file .zip (Baca tutorialnya di Google).

Selain di install lewat flashing file .zip, Install sistem juga bisa dilakukan dengan cara melakukan flashing ulang HP Android lewat PC / laptop.


4. Lakukan flashing ulang HP Android lewat PC / Laptop

 

Flashing ulang HP Android tidaklah sulit. Yang dibutuhkan hanya sedikit pengetahuan, file, serta tutorial-tutorial dari Google.

SP

Jujur saja, flashing ulang HP lewat PC / Laptop adalah hal wajib untuk sobat yang sedang mencoba memperbaiki HP yang mati total.

Kenapa?

Karena pada proses penancapan USB dari HP ke PC / Laptop, jika masih terbaca, itu artinya HP masih ada tanda kehidupan dan berpontensi untuk normal kembali.

Untuk cara flashingnya, kadang berbeda-beda di tiap merk, atau tergantung juga dengan chipset (Processor) yang digunakan.  Kalau di mediatek alias MTK, biasanya pakai SPFlashtools.

Untuk cara flashing sendiri, sobat hanya perlu:

  • Laptop / PC dengan spesifikasi apa saja.
  • Kabel data USB
  • Software flashing (Contoh: SPflashtools)
  • File ROM / File sistem
  • Driver USB (Optional, kalau HP tidak terbaca)


Tidak ribet bukan? Sisanya tinggal keberanian untuk mencoba saja. Dan pastikan komputer / laptop atau listrik tidak mati tiba-tiba ketika proses flashing. Bisa-bisa HP tidak mau nyala lagi.


5. Pergi ke tempat service / service center

 

Kalau masih belum bisa, sobat bisa mempertimbangkan untuk service ke (Saran saya) service center.

Kerusakan komponen, contohnya seperti IC charger atau EMMC akan dilakukan penggantian ulang dengan komponen baru. Sehingga HP jadi normal kembali.

Solusi ini adalah solusi cara perbaikan terbaik. Tapi kalau HP yang digunakan HP lama, dan biaya perbaikan tidak jauh beda dengan harga bekas, mending beli HP baru :D


Penutup...

 

Memperbaiki HP Android matot, gampang-gampang sulit. Faktor kerusakan yang didapat sampai faktor keberuntungan bisa mempengaruhi apakah HP bisa normal kembali atau tidak.

4 Cara diatas (Sebelum nomor 5), adalah cara yang biasa saya lakukan ketika menemui HP yang mati total. Dan sejauh ini, masih sukses.

Untuk kerusakan karena jatuh, biasanya ada di komponen. Kerusakan ini, bisa pakai 5 metode diatas.

Untuk kerusakan yang karena terkena air, silakan keringkan terlebih dahulu HP yang rusak tadi minimal 3 hari. Supaya memastikan HP jadi benar-benar kering.

Sekian, semoga bermanfaat. Dan terima kasih.
Lanjut Baca
3 Cara Mengatasi No Bootable Device Found di Laptop / Komputer

3 Cara Mengatasi No Bootable Device Found di Laptop / Komputer

No bootable device found atau select proper boot device adalah pesan kerusakan, dan salah satu dari beberapa kerusakan yang sering dialami oleh para pengguna laptop dan komputer. Pesan masalah ini didapat ketika laptop akan booting. Persis setelah melewati BIOS.

Masalah ini bisa terjadi di segala jenis merk laptop. Seperti Acer, Asus, Toshiba, Lenovo, VAIO, Dell, HP dan merk-merk laptop lainnya.

Masalah ini saya sebut sering, karena saya sendiri memang sudah berkali-kali mengalami masalah ini. Belum lagi waktu saya jalan-jalan di forum-forum komputer dan laptop, banyak juga yang menanyakan masalah ini. 

Kerusakan ini bisa berat bisa juga ringan. Karena memang bisa berhubungan dengan komponen dan juga bisa berhubungan dengan sistem.


No bootable device


No bootable device found (Kadang juga ada pesan insert disk), masalah ini disebabkan biasanya karena harddisk tidak terbaca pada sistem. Karena harddisk tidak terbaca inilah komputer / laptop jadi gagal booting.

Masalah tidak terbaca disini pun ada beberapa yang biasanya ditemui. Bisa karena harddisk rusak, salah atur boot priority (Nanti dijelaskan dibawah) dan masalah yang berhubungan dengan sistem.. Seperti yang saya bilang tadi.


Untuk mengatasinya, harus sedikit untung-untungan. Apalagi kalau rusaknya komponen.

Nah langsung saja, begini cara mengatasinya...


1. Cek apakah harddisk masih terbaca?

 

Untuk mengecek harddisk apakah masih terbaca atau tidak, ada 2 cara. Pertama, coba lihat di BIOS lalu cari system information (Atau sejenisnya). Bisa juga dengan mencarinya di bagian hardware.

Kalau tidak ketemu, berarti masalah harddisk inilah yang sobat alami.

Untuk mengatasi harddisk yang tidak terbaca, ada 4 cara:


A. Cabut kabel lalu pasang lagi.

Cara yang paling mudah. Silakan coba untuk mencabut kabel harddisk, bersihkan kuningan harddisk (Bisa pakai penghapus), lalu pasang lagi harddisknya. Karena kabel harddisk yang longgar, bisa membuat harddisk jadi tidak terbaca.

Untuk laptop sama juga.. Cabut dulu harddisk dari laptop, bersihkan kuningan harddisk, kemudian pasang lagi. Lihat contoh video dibawah:




Jangan lupa, untuk jaga-jaga.. Di PC / komputer, ganti juga konektor power PSU dengan kabel lain dari PSU.


B. Ganti kabel.

Kalau belum jalan, sobat bisa mempertimbangkan untuk mengganti kabel SATA harddisk dengan kabel lainnya.

Tidak perlu beli.. Cukup cabut kabel dari DVD RW atau cari kabel sata di dus motherboard. Biasanya paket kabel sata di motherboard itu ada lebih dari 1.


C. Coba harddisk di komputer lain.

Pertama, coba dulu untuk mengganti posisi kabel ke port SATA lain di motherboard (Untuk mengecek barangkali kendor).

Kalau tidak bisa, baru coba tes di komputer lain (Kalau ada).. untuk melihat harddisknya masih terbaca atau tidak.

Untuk pengguna laptop, coba juga cabut harddisk laptopnya, lalu colokkan ke komputer untuk mengeceknya.


D. Ganti harddisk

Kalau belum terbaca, ada kemungkinan harddisk yang digunakan memang rusak. Kalau bisa, untuk mengeceknya lebih dalam, coba pakai harddisk lain dan colokkan di komputer / laptop. Kalau terbaca berarti memang harddisk sobat yang masalah.

Perlu diketahui, harddisk yang tidak terbaca sulit untuk diperbaiki. Apalagi kalau sewaktu sebelum tidak terbaca, harddisk mengalami gejala-gejala bad sector.


Jadi kalau benar-benar rusak, silakan pertimbangkan untuk mengganti harddisk.


2. Ganti boot priority


Selanjutnya, kalau harddisk masih terbaca. ada kemungkinan boot priority pada BIOS salah sasaran.

Boot priority, adalah setting untuk memerintahkan komputer atau laptop untuk melakukan boot pada hardware secara ber-urut. Contoh mudahnya:

  • 1. Harddisk A (Isi data)
  • 2. Harddisk B (Isi sistem)


Pada harddisk A, didalamnya tidak terisi sistem. Melainkan hanya data-data pribadi. Sedangkan harddisk B, terdapat sistem di dalamnya.

Harddisk A yang tidak memiliki file-file sistem ini berada di posisi 1, sehingga komputer / laptop akan melakukan boot pada Harddisk A. Akibatnya, keluarlah pesan No bootable device.

Untuk setting pada BIOS, letak serta tampilannya berbeda-beda...

Tapi cara menggantinya, biasanya: Masuk BIOS >> Kemudian cari yang namanya Boot priority >> Lalu ubah harddisk yang terinstall sistem operasi jadi posisi boot pertama. 

Jika sudah, save dan restart. Maka komputer atau laptop sobat akan jadi normal kembali.



3. Re-install Windows


Walau jarang, kerusakan pada sistem juga bisa memunculkan pesan no bootable device ini. Kerusakan yang dimaksud disini adalah corrupt (Rusak) atau bahkan drive sistem yang tidak sengaja terhapus.

Kalau Harddisk masih terbaca, coba re-install Windows di PC / laptop sobat, dan jangan lupa untuk format disk sistem yang lama.


Kalau penginstallan sukses, biasanya pesan no bootable device tadi bisa dipastikan menghilang.


Penutup...

 

Error no bootable device, pada dasarnya bukanlan kerusakan berat asalkan yang rusak tidak pada komponen. Paling sering terjadi karena posisi priority disk yang salah, atau masalah harddisk tidak terbaca karena kotor atau longgar.

3 cara diatas adalah cara yang biasanya saya lakukan ketika menemui pesan ini. Dan sampai sekarang saya selalu berhasil memperbaiki pesan no bootable device ini.

Ada beberapa cara lagi untuk mengatasi pesan ini, tapi 3 cara diatas saya pikir sudah cukup untuk membantu.

Semoga bermanfaat, dan terima kasih.
Lanjut Baca