(+Gambar) Cara Menginstall Phoenix OS | Lengkap Sampai Bisa!

Cara Install Phoenix OS 2020

Cara Menginstall Phoenix OS – Buat sebagian orang, Phoenix OS mungkin masih terdengar asing namanya.

Tapi, kalau Anda biasa mengikuti informasi perkembangan teknologi -terutama gaming– pasti sudah mengetahuinya, kan?

Kalau Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Phoenix OS, apalagi tertarik untuk menginstalnya, maka Anda wajib menyimak artikel ini sampai habis.

Mengapa? Karena di sini, saya ingin membahas tentang Phoenix OS, bagaimana cara menginstalnya di PC atau laptop, dan beberapa informasi terkait, serta dilengkapi dengan gambar-gambar pendukungnya.

Yuk, simak!

Mengenal Phoenix OS

Phoenix OS ini adalah sebuah sistem Android yang didesain khusus agar bisa dijalankan pada PC.

Phoenix OS tidak seperti emulator yang hanya berfungsi sebagai wadah untuk menjalankan suatu sistem di dalam sistem, melainkan OS ini harus diinstal langsung sebagai sistem utamanya.

Saya sendiri sebenarnya sudah lama mengenal Phoenix OS, namun baru sempat mencobanya beberapa minggu ini.

Kebetulan, saya sedang kesengsem main PUBGM di PC. Nah, setelah cari-cari referensi, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Phoenix OS ini.

Hasilnya bagaimana? 100% work tanpa masalah.

Baca Juga: Cara Download PUBGM di Laptop dengan Emulator.

Spesifikasi untuk Phoenix OS

Untuk menjalankan Phoenix OS, sebenarnya nggak perlu spesifikasi tinggi, kok.

Dari ulasan-ulasan yang saya dapat, komputer atau laptop dengan prosesor Dual-Core dan RAM 2GB pun sudah cukup untuk menjalankannya, lho.

Dengan catatan, kembali lagi ke penggunaan nantinya. Apakah OS ini bakal dipakai untuk sekedar multimedia seperti browsing? Atau ingin dipakai untuk menjalankan gamegame berat?

Soal game, nanti dipengaruhi pula dari seberapa berat game yang dimainkan. Karena game Android pun sama seperti PC, yang mana ia punya system requirements tersendiri.

Terlepas dari hal-hal tersebut, Phoenix OS sendiri sejatinya tergolong ringan. PUBGM yang notabene termasuk game berat saja, bisa dijalankan di berbagai skenario dengan pengaturan extreme sekitar 50 sampai 60 FPS.

Baca Juga: Lebih Lancar! Begini Cara Setting Emulator Nox untuk Game.

Cara Menginstal Phoenix OS di Komputer/Laptop

Selanjutnya, mari kita bahas tutorial, bagaimana caranya melakukan instalasi Phoenix OS di komputer atau laptop. Berikut pembahasannya:

1. Mengunduh Phoenix OS

Memilih File Phoenix OS

Pertama-tama, silakan download terlebih dahulu OS-nya. Kunjungi halaman berikut:

http://www.phoenixos.com/en/download_x86

Di sana, Anda akan diberi dua pilihan, yaitu:

  • Versi Exe Installer
  • Versi ISO Image.

Silakan pilih saja yang Exe Installer.

Memang kenapa nggak yang ISO saja, sih? Kalau di versi ISO, kita harus menginstalnya melalui bootable. Hal ini tentu saja bakal lebih ribet, terutama buat yang belum pengalaman menginstal sistem operasi.

Untuk server yang disediakannya sendiri adalah MEGA.

Update: Kini tersedia juga lewat Google.

Kalau mau langsung via IDM juga bisa. Anda bisa pelajari tutorialnya di artikel yang pernah saya buat. Cari saja di situs ini “Cara Download MEGA dengan IDM” menggunakan fitur search.    

2. Memulai Proses Instalasi File

Opsi Menginstall Phoenix OS

Setelah file-nya tersimpan, Anda bisa langsung membukanya seperti biasa. Setelah itu, di sana akan muncul jendela dengan 3 opsi, yaitu:

  • Install
  • Make U-Disk
  • Uninstall

Pilih opsi Install, ya.

Baca Juga: Cara Setting Emulator PUBGM. Bikin Nggak Lag, lho!

3. Mengatur Drive Penyimpanan

Pilih Drive Harddisk

Di langkah ini, kita harus mengatur direktori drive, di mana Phoenix OS tersebut akan diinstal.

Anda bebas memilih direktorinya sesuka hati. Dengan catatan, lokasi penyimpanan tersebut harus masih memiliki free space (kapasitas tersisa) yang memadai.

Berapa minimalnya? Ini tergantung kebutuhan juga. Kalau saya pribadi menyarankan minimal ada 15GB, supaya nggak terlalu penuh.

Kalau sudah, klik Next, ya.

4. Mengatur Jumlah Kapasitas Memori Internal

Mengatur kapasitas drive

Salah satu kelebihan Phoenix OS, di sini kita bisa mengatur kapasitas memori internal Android sesuai keinginan. Hal ini tentu sangat menguntungkan, apalagi kalau kita ingin memainkan banyak game sekaligus.

Untuk langkah ini, silakan pilih sesuai keinginan, ya. Kalau memang OS-nya bakal dipakai buat main game, saya sarankan minimal 8GB.

Sesuaikan juga dengan langkah sebelumnya. Pastikan kapasitas drive yang tersisa, sesuai dengan kapasitas internal yang ingin Anda install. Misalnya 8GB, berarti drive yang harus Anda miliki minimal 8GB atau lebih.

Kalau sudah, silakan klik Install.

5. Menunggu Proses Instalasi

Proses install

Proses loading saat melakukan instalasi di sini, mungkin akan terlihat berjalan lambat (dipengaruhi juga oleh hardware yang dipakai).

Meski begitu, proses ini nggak akan memakan waktu terlalu lama, kok. Paling hanya 5 sampai 10 menit juga beres.

6. Melakukan Reboot Sistem

Reboot Sistem

Kalau proses install tadi sudah selesai, klik opsi Reboot Now. Hal ini bertujuan agar komputer atau laptop Anda melakukan restart.

Kalau mau melakukan restart dengan cara biasa pun nggak masalah, sih.

7. Memilih Boot Phoenix OS

Pilih Sistem Boot

Di langkah ini, komputer atau laptop Anda akan menampilkan halaman setiap boot, di mana nanti kita bisa memilih sistem apa yang akan kita gunakan, apakah Phoenix OS, atau Windows.

Untuk mulai menggunakan Phoenix OS, silakan pilih OS tersebut. Gunakan tombol arah dan Enter untuk mengaturnya.

8. Proses Booting Berlangsung

Proses boot Sistem
Seperti inilah proses boot pada PC (versi reguler, nanti saya jelaskan di bawah).

Setelah sistem dipilih, Phoenix OS akan langsung melakukan booting.

Dalam proses ini, mungkin awalnya akan berlangsung agak lama. Kurang lebih sekitar 3 sampai 5 menit. Jangan khawatir, tinggal ditunggu saja sampai selesai.

9. Mengatur Phoenix OS

License Agreement

Ini langkah terakhir. Anda tinggal atur-atur saja Phoenix OS-nya. Prosesnya mudah, kok. Saya rasa siapa pun pasti bisa melakukannya.

Intinya ada 4 tahapan yang akan dilewati, di antaranya:

Pengaturan BahasaPilih Inggris.
Halaman License (seperti gambar di atas)Pilih Accept.
Halaman WiFiSambungkan ke jaringan WiFi.
Memberi nama akun pada sistemBeri nama sesuai keinginan.

10. Selesai! Phoenix OS Bisa Langsung Dipakai

Tampilan Phoenix OS

Tampilan di atas adalah tampilan Phoenix OS yang telah diinstal.

Di sini, Anda sudah bisa menggunakannya sesuai keinginan. Mau install game? Mau coba lihat video? Dengar musik? Bisa. Tinggal coba-coba saja.    

Cara Memakai Play Store di Phoenix OS

Memakai Android, rasanya belum lengkap tanpa kehadiran beberapa aplikasi.

Nah, seperti yang kita ketahui, aplikasi tersebut kebanyakan hanya tersedia di Play Store. Karena itu, penting sekali untuk mengatur Play Store di Phoenix OS.

Untuk langkah-langkahnya seperti ini:  

Langkah 1. Pertama, silakan klik Start (ada di kiri bawah), kemudian klik icon Play Store yang tersedia.

Membuka Playstore

Langkah 2. Selanjutnya, akan muncul halaman login Google seperti pada gambar di bawah ini. Silakan login menggunakan Gmail Anda.

Setting Email

Langkah 3. Kalau sudah, maka Play Store di Phoenix OS langsung siap digunakan. Mudah bukan?

Memakai Playstore Selesai

Mengetes PUGBM di Phoenix OS

Waktu saya baru menginstal Phoenix OS, saya langsung pasang PUBGM di sana.

Nah, berdasarkan hasil tes yang saya lakukan, dari segi performa, Phoenix OS ini cukup oke. Kalau dilihat dari FPS, mungkin sekitar 50 sampai 60 FPS, persis seperti yang saya bilang di awal tadi.

Sayang, saya nggak sempat ambil screenshots sewaktu memainkannya. Namun jangan khawatir, Anda tetap bisa mengecek gameplay-nya di video YouTube berikut ini:

Kontrolnya gimana, min?

Untuk kontrolnya sama seperti game FPS biasa. Kalau Anda sudah pernah coba emulator Tencent Gaming Buddy, kurang lebih konfigurasinya hampir mirip seperti itu deh. Paling hanya butuh sedikit penyesuaian lagi.

Hal tersebut juga berlaku untuk game lainnya yang juga butuh kontrol keyboard, seperti Mobile Legends misalnya. Tinggal atur saja sesuai keinginan.    

Bagaimana Cara Uninstall Phoenix OS?

Untuk menghapus Phoenix OS, pihak developer tidak memberikan saran atau langkah khusus. Dalam kata lain, proses uninstall bisa dilakukan seperti biasa.

Caranya bagaimana? Berikut ini langkah-langkahnya:

Langkah 1. Silakan pergi ke direktori tempat Phoenix OS terinstsal. Misalnya C:Phoenix OS. Di sana akan terdapat sebuah aplikasi bernama Uninstaller. Klik dua kali untuk membukanya.  

Hapus Phoenix OS

Langkah 2. Setelah itu, akan muncul jendela Uninstall Phoenix OS. Di sini, Anda bisa pilih alasan, mengapa Anda ingin menghapus Phoenix OS.

Kalau sudah, klik Uninstall, ya. 

Opsi Uninstall

Langkah 3. Tinggal tunggu prosesnya sampai selesai, deh.

Setelah Phoenix OS di-uninstall, maka halaman pemilihan boot-nya nanti akan hilang secara otomatis.     

Tambahan: Kalau Ada Bug Layar di Phoenix OS

Ada beberapa pengguna yang mengalami tampilan Phoenix OS-nya tidak jelas. Entah pada font-nya, atau logonya yang terlihat seperti artefak (kerusakan VGA).

Saya sendiri sempat mengalami masalah ini. Makanya, untuk gambar boot di atas, saya foto dengan tampilan reguler ketika sudah diperbaiki, bukan boot awal.

Misalnya pada halaman License Agreement berikut:

Error layar
Tampilan font dan logo yang agak error.

Nah, solusinya ternyata mudah, lho:

  1. Silakan klik logo Settings > Display.
  2. Atur resolusi menjadi lebih rendah atau lebih tinggi.
  3. Kemudian restart Phoenix OS-nya.

Kalau masih belum berhasil, ulangi lagi langkah-langkah tadi, lalu ganti ke resolusi yang berbeda sampai cocok.    

Akhir Kata

Phoenix OS, adalah sistem operasi berbasis Android masa kini, yang sudah didesain sedemikian rupa agar optimal dijalankan di komputer.

Banyak keuntungan yang bisa didapat di Phoenix OS ini. Salah satunya, bisa meningkatkan kepuasan bagi para gamers.

Kita bisa menjalankan gamegame Android dengan FPS tinggi yang super playable. Tidak heran, karena lewat Phoenix OS, komputer akan difokuskan untuk menjalankan satu sistem saja, sehingga game menjadi jauh lebih optimal.

Semoga tutorial instalasi di sini bisa membantu, khususnya buat Anda yang penasaran dengan Phoenix OS ini.

Di artikel ini, bahasannya sudah saya jelaskan sesimpel dan semudah mungkin. Meski demikian, kalau ternyata dirasa ada masih yang kurang jelas, silakan tanyakan saja lewat komentar, ya.

Oh ya, kalau ada bug tertentu -seperti gagal booting misalnya- bisa tanyakan juga lewat kolom komentar di bawah. Barangkali nanti bisa saya bantu.

Semoga bermanfaat!

14 comments
  1. Gan, bisa kasih solusi?
    Steb-by-step instalasi udah dijalankan semua
    Di booting menu juga muncul PhoenixOS.
    Tapi pas booting muncul error “Detecting PhoenixOS… found at /dev /sda2

    Mohon solusinya gan.
    Thanks

  2. gan bisa ada solusinya ngak gan, saya sudah pake phoenix os sukses. tapi masalahnya aplikasi yang sudah saya dowload melalui playstore menghilang setelah laptop saya reboot. dan hanya aplikasi bawaan saya yang muncul. mks gan

  3. Min tlong bantuannya , saat system initializing kok lama banget ya sudah sya tunggu sejam tp malah bulatannya ga mutar kaya awal , ada solusi min ?

  4. misi gan, mohon pencerahan
    saya dah kelarin semuanya , pas restar juga ada , tapi pas pilih phoenix os, ada tulisan sekilas trus gelap dan balik lagi ke pilihan boot, malah dah pake easybcd juga tetep gan begitu, intinya gak mau booting ke phoenix os
    posisi instal windows drive C:
    PhoenixOS di drive Z:

  5. gan saya instal phonix OS setelah reebot muncul “This Kernel requires an x86-64 CPU, but only detected an i686 CPU. Unable to boot – please use a kernel appropriate for your CPU.” saya cari digoogle cuma ada solusi virtualbox padahal VT udah diaktifkan. mohon solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like