Pesan Reboot And Select Proper Boot Device

Cara Mengatasi Error Reboot Proper Boot Device

Pasti Anda tahu kan, apa saja proses yang berjalan ketika komputer atau laptop baru dinyalakan?

Yup, proses ini disebut booting. Sedangkan yang terjadi kira-kira seperti ini:

  1. Pertama, komputer atau laptop dinyalakan.
  2. Muncul layar BIOS.
  3. Boot screen.
  4. Startup.
  5. Baru masuk ke Windows.

Masalah Pada Saat Booting

Tahukah Anda? Proses boot yang seharusnya berlangsung seperti tadi, dalam prakteknya tidak selalu berjalan lancar, lho.

Kadang bisa saja ada suatu masalah atau error tertentu yang muncul, seperti berhenti di salah satu prosesnya, atau muncul pesan tertentu.

Salah satunya: “Reboot And Select Proper Boot Device“.

Pesan errorreboot and select proper boot device” bisa disebabkan oleh beberapa hal. Namun, sebagian besar penyebabnya kebanyakan berhubungan dengan storage (SSD atau harddisk).

Contohnya, seperti salah pengaturan priority di BIOS, hingga masalah harddisk tidak terbaca.

Jika dipikir-pikir lagi, masalah ini masih mirip dengan pesan erroroperating system not found” bukan?

Nah, jika Anda sedang mengalaminya, maka Anda tidak perlu ambil pusing. Di sini, saya ingin membahas sedikit tips, soal cara mengatasi errorreboot and select proper boot device” di laptop atau PC Anda, berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Terus terang, saya sudah puluhan (atau mungkin ratusan) kali menemui masalah ini.

1. Periksa Boot Priority di BIOS Anda

Contoh Setting boot priority

Boot priority adalah salah satu pengaturan pada BIOS yang memungkinkan kita dapat mengatur pilihan penyimpanan sistem. Intinya sih kurang lebih untuk mengubah penyimpanan mana yang akan di-boot duluan datanya.

Maka dari itu, boot priority ini penting sekali untuk diperhatikan, jika Anda mendapatkan pesan “reboot and select proper boot device“.

Apabila pengaturannya salah, maka secara otomatis sistem akan mengalami gagal boot, dan komputer tidak dapat membaca sistem.

Akhirnya, munculah pesan errorselect proper boot device“, yang berarti “pilih perangkat boot yang tepat”.

Cara mengaturnya:

Langkah 1. Pertama, nyalakan atau restart komputer Anda terlebih dahulu.

Langkah 2. Setelah itu, masuk ke BIOS dengan menekan tombol F1, F12, Del, Esc, atau lainnya (beda-beda, tergantung merk hardware-nya).

Langkah 3. Setelah itu, cari pengaturan Boot Priority, atau istilah lain yang memiliki makna serupa.

boot priority BIOS

Langkah 4. Kemudian silakan atur posisi storage (harddisk atau SSD) yang di dalamnya terinstal sistem ke posisi pertama (paling atas). Contohnya seperti gambar berikut ini:

Setting BIOS boot priority

Langkah 5. Setelah itu, coba restart komputer Anda. Jika storage Anda masih normal dan tidak error, maka seharusnya komputer yang Anda gunakan tersebut bisa booting dengan normal kembali.

2. Clear Baterai CMOS Laptop atau PC Anda

CMOS Motherboard

Baterai CMOS adalah komponen motherboard yang berfungsi untuk menjalankan fungsi waktu (jam), serta menyimpan setting pada BIOS.

Nah, jika Anda sedang mengalami error pesan “reboot and select proper boot device“, maka Anda juga bisa coba melakukan clear CMOS, alias me-reset baterai CMOS.

Metode ini ditujukan untuk me-reset pengaturan pada BIOS, supaya kembali lagi ke kondisi awalnya.

Dengan begitu, biasanya setelah beres di-reset, pesan “reboot boot device” tadi akan hilang.

3. Nonaktifkan Pengaturan Legacy Boot

Pengaturan boot legacy

Pada laptop atau komputer dengan BIOS berjenis UEFI, terdapat pengaturan legacy boot yang kadang bisa memunculkan pesan “reboot and select proper boot device“.

Untungnya, kondisi ini cukup mudah untuk diatasi. Anda hanya perlu menonaktifkan pengaturan tersebut, lalu silakan tes kembali booting-nya.

Detail langkahnya seperti ini:

  1. Silakan masuk BIOS terlebih dahulu.
  2. Cari opsi Legacy Support.
  3. Kemudian silakan nonaktifkan Legacy Boot.

4.  Memakai Diskpart

Memakai diskpart

Selain 3 cara sebelumnya, masih ada lagi metode lain yang tak kalah sering direkomendasikan oleh situs-situs teknologi luar negeri terkenal. Yup, dengan menggunakan Diskpart.

Sebenarnya, Diskpart ini hanyalah bagian dari proses saja. Tujuan memakai Diskpart di sini adalah untuk mengembalikan partisi sistem yang nonaktif menjadi aktif kembali.

Seperti ini caranya:

Langkah 1. Pertama, Anda harus masuk terlebih dahulu ke recovery Windows lewat media instalasi.

Langkah 2. Selanjutnya, buka Command Prompt.

Langkah 3. Setelah itu, ketikkan perintah berikut pada halaman Command Prompt:

  • Diskpart > Tekan Enter.
  • Select disk 0 > Tekan Enter.
  • List partition > Tekan Enter.
  • Select partition 1 > Tekan Enter.
  • Active > Tekan Enter.

Cara ini bisa diterapkan di semua versi Windows, mulai dari Windows 7, Windows 8, sampai Windows 10.

5. Cek Harddisk Anda

Cek Sistem

Kalau masih belum bisa juga, maka Anda harus memperhatikan, apakah ada kerusakan atau tidak pada penyimpanan di komputer Anda. Asumsi di sini adalah harddisk.

Jika harddisk yang terpasang mengalami kerusakan (misalnya bad sector), otomatis sistem tersebut akan menjadi tidak dapat terbaca. Karena hal tersebut, akhirnya muncullah pesan “reboot and select proper boot device“.

Anda bisa mengecek harddisk Anda dengan cara melepasnya terlebih dahulu, kemudian memasangnya lagi di komputer lain.

Ketahui Juga ya, Cara Mengatasi Automatic Repair Windows Berulang-ulang.

Akhir Kata

Pesan “reboot select proper boot device” adalah salah satu pesan error yang paling banyak ditemui pada saat PC atau laptop melakukan proses booting.

Saya pribadi pun sering sekali menemui masalah ini, terutama jika PC yang saya pakai baru mati secara tiba-tiba.

Nah, dengan menerapkan cara-cara di atas, saya harap bisa membantu Anda dalam mengatasi masalah ini. Karena jujur saja, saya sendiri pun selalu berhasil mengatasinya.

Ada yang ingin ditanyakan barangkali? Silakan kirim lewat kolom komentar di bawah jika ada.

Semoga bermanfaat.

1 Shares:
3 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like