Cara Mengatasi Windows Failed To Start

Cara Perbaiki Windows Failed to Start Saat Booting

Salah satu masalah yang pernah saya alami. Di antaranya waktu sedang ada kerjaan:

  1. Nyalain komputer.
  2. Nunggu booting.
  3. Malah muncul pesan “Windows failed to start“.

Dengan pesan lanjutan: A Recent Hardware or Software Change Might be the Cause to Fix the Problem.

Selain pesan lanjutan, biasanya disertai juga dengan kode 0xc00000e, 0xc00000f, dan 0xc00000e9.

Efeknya tentu saja komputer jadi nggak bisa masuk ke Windows. Biarpun sudah di-restart, biasanya proses boot tetap hanya akan stuck di halaman tersebut.

Penasaran apa sebabnya? Yuk, kita bahas.

Penyebab Windows Failed to Start

Contoh Windows Failed to Start di Windows

Penyebab utamanya, kemungkinan besar karena data sistem pada Windows Anda rusak. Di antaranya:

#1. File Boot Corrupt

File ini disebut BCD (Boot Configuration Data). Berfungsi untuk menyimpan pengaturan booting. Kalau rusak, maka pesan error tertentu akan muncul.

#2. File Sistem Windows Corrupt

Maksud saya file selain BCD tadi. Terutama yang terdapat di folder C:\Windows. Saat corrupt, bisa mengefek ke booting.

#3. File Sistem Bermasalah

File sistem tidak corrupt (masih normal), hanya saja terdapat masalah atau pengaturan tertentu yang salah. Ini cukup sering terjadi.

#4. Masalah Harddisk

Harddisk yang Anda pakai tidak berfungsi dengan normal. Misalnya terdapat bad sector. Ini berpengaruh ke sistem.

Baca juga: Cara Mudah Mengatasi Missing Operating System di Windows.

Cara Mengatasi Windows Failed to Start Jadi Normal Lagi

Cara untuk mengatasi pesan error Windows failed to start itu sangat mungkin dilakukan.

Anda hanya perlu mencoba beberapa metode yang kebetulan ingin saya bahas di sini. Berikut pembahasannya:

#1. Gunakan Opsi Last Known Good Configuration (Advanced)

Opsi Last Known Good Configuration

Di halaman boot, Anda akan mendapati banyak opsi. Salah satu di antaranya adalah Last Known Good Configuration.

Bagi Anda yang belum tahu, opsi Last Known Good Configuration ini berfungsi untuk mengembalikan kesalahan pengaturan ke waktu sistem masih normal.

Tekan F8 berulang-ulang sebelum pesan Windows Failed to Start muncul. Kemudian silakan pilih opsi ini. Gunakan tanda arah pada keyboard, kemudian tekan Enter.

#2. Memakai Opsi Repair

Opsi repair ini ditujukan untuk memperbaiki file sistem corrupt, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Tapi di sini kita perlu DVD instalasi Windows (atau bootable flashdisk).

Caranya seperti ini:

Langkah 1: Pertama silakan masukkan DVD instalasi atau sambungkan flashdisk ke komputer.

Langkah 2: Kemudian masuk ke BIOS > Dan atur DVD atau flashdisk menjadi boot awal. Simpan kalau sudah.

Simpan Pengaturan BIOS untuk Boot Instalasi

Langkah 3: Dengan demikian komputer atau laptop akan memunculkan pesan Press any key to boot from CD or DVD. Silakan tekan tombol apa saja di keyboard.

Pesan Press Any Key to Boot di Komputer

Langkah 4: Di halaman instalasi Windows > Klik opsi Repair Computer.

Menu Repair di Instalasi Sistem

Langkah 5: Di halaman selanjutnya, silakan Anda klik opsi Advanced Options.

Opsi Advanced di Windows

Langkah 6: Terakhir, silakan klik Startup Repair. Opsi ini berfungsi untuk memperbaiki file sistem secara otomatis.

Opsi Startup Repair

#3. Gunakan System Restore

Menu System Restore di Troubleshoot

Singkatnya System Restore adalah sebuah fitur Windows yang fungsinya untuk mengembalikan keadaan data ke waktu sebelumnya.

Contohnya, hari ini Windows saya rusak. Kemudian saya menggunakan System Restore, lalu mengembalikan kondisi sistem seperti kemarin ketika masih normal.

Untuk caranya seperti ini:

  1. Silakan boot memakai DVD instalasi atau flashdisk instalasi.
  2. Pilih opsi Repair your Computer
  3. Kemudian cari dan pilih opsi System Restore
  4. Silakan kembalikan sistem ke pengaturan semula dengan System Restore

Catatan:

  • System Restore ini bisa kita temui di versi-versi Windows Windows 7 ke atas.

#4. Memperbaiki File Boot

Cara ini dikhususkan untuk memperbaiki file BCD yang bermasalah. Yaitu dengan menggunakan Command Prompt di menu instalasi.

Silakan ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah 1: Silakan boot DVD instalasi atau flashdisk.

Langkah 2: Di menu instalasi > Silakan pilih opsi Repair your Computer.

Langkah 3: Klik opsi Advanced Options > Lalu silakan pilih Command Prompt.

Menu CMD di Boot

Langkah 4: Silakan masukkan perintah perbaikan file boot satu-satu sambil tekan Enter.

Perintah Perbaiki File Boot
bootrec /FixMbr > Tekan Enter
bootrec /FixBoot > Tekan Enter
bootrec /ScanOs > Tekan Enter
bootrec /rebuildBcd > Tekan Enter

Langkah 5: Kalau sudah, tutup semua jendela yang terbuka, dan matikan komputer.

Kemudian silakan nyalakan kembali dan jangan lupa untuk mengeluarkan DVD instalasi.

#5. Lakukan Install Ulang

Opsi lain yang bisa dipilih selain perbaiki data boot, ialah dengan install ulang Windows.

Dengan cara ini, dijamin Windows akan normal kembali, karena semua file sistem yang bermasalah akan diganti.

Untuk reinstall-nya saya rekomendasikan dengan cara clean install. Yaitu menghapus semua data drive termasuk selain C:.

Jangan lupa backup data-data terlebih dulu ya.

Ketahui juga cara mengatasi Windows Boot Manager Missing.

#6. Cek Harddisk yang Dipakai

Cek Harddisk yang Dipakai

Install ulang belum bisa, maka Anda harus coba cek hardware penyimpanan, pada komputer atau laptop yang dipakai. Terutama jika masih menggunakan harddisk.

Kenapa? Karena kalau hardware ini rusak, maka dampaknya akan berpengaruh terhadap data sistem nantinya. Akan terjadi corrupt terus-menerus, bahkan setelah Windows diinstal ulang.

Untuk caranya ceknya, Anda harus melepas harddisknya terlebih dahulu, kemudian memasangnya di komputer lain.

Gunakan software pengecek kesehatan harddisk, seperti HDTune atau Harddisk Sentinel.

Akhir Kata

Masalah Windows failed to start, menurut saya tidak sulit untuk diperbaiki. Apalagi kalau rusaknya hanya sekedar salah konfigurasi atau terdapat data corrupt saja.

Tapi, beda cerita kalau rusaknya ada pada komponen seperti harddisk. Maka kita harus mengeceknya kembali dengan lebih teliti.

Semoga informasi ini bisa membantu Anda yang mungkin sedang mengalaminya. Kalau misalnya ada error lain, beritahu saya lewat kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Cara Membuat Subtitle Video Sendiri
Baca Yuk!

Cara Membuat Subtitle

Dalam sebuah video terkadang mempunyai subtitle. Fungsi dari subtitle ini cukup penting, yaitu memberitahukan penonton apa yang dibicarakan…