Cara Mengatasi Disk Read Error Occurred

Cara Mengatasi Windows Stuck di Logo

Di antara pesan error yang biasa muncul di Windows, ada yang berbunyi sebagai berikut:

A disk read error occurred. Press Ctrl+Alt+Del to restart“.

Nah, apakah Anda sedang mengalami masalah tersebut? Jika iya, pasti bingung, kan? Karena laptop atau komputer yang sedang Anda pakai, jadi tidak bisa masuk ke Windows seperti biasanya.

Terus terang, saya sendiri pun sudah cukup sering mengalami masalah ini. Bahkan bukan cuma satu atau dua kali saja, melainkan sudah puluhan kali mengalaminya.

Ingin tahu cara memperbaikinya? Kita lanjut bahas di bawah ini, yuk.

Penyebab “Disk Read Error Occurred

A disk read error occurred Press Ctrl+Alt+Del to Restart

Untuk penyebab dari masalah “disk read error” ini, berdasarkan apa yang saya ketahui, setidaknya ada 5 hal yang paling sering terjadi.

Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Windows Rusak: Maksudnya corrupt. Bisa jadi karena Anda baru melakukan update yang kemudian prosesnya gagal, atau bisa juga karena ada perubahan pada file sistem.
  • Salah Pengaturan BIOS: Di BIOS terdapat berbagai macam pengaturan. Nah, kesalahan pengaturan juga bisa jadi penyebab munculnya pesan ini.
  • Harddisk Rusak: Harddisk yang rusak, akan membuat komputer kesulitan membaca sector yang ada. Dampaknya, muncullah pesan “disk read error“, yang berarti error dalam membaca disk.
  • Kabel SATA Rusak: Storage (harddisk atau SSD), butuh konektor SATA untuk menyambungkannya. Kalau kabelnya rusak, otomatis pembacaan datanya pun akan bermasalah.
  • Konfigurasi MBR Salah: Ini masih berhubungan dengan harddisk. Bisa terjadi karena virus atau masalah daya dari komputer.

Cara Mengatasi “Disk Read Error Occurred

Selanjutnya, sekarang bagaimana nih cara mengatasinya?

Sebenarnya nggak begitu sulit, kok. Untuk itu, di artikel ini saya ingin membahas solusinya yang paling jitu, serta bisa diterapkan juga di semua versi Windows (utamanya Windows 7, Windows 8, dan Windows 10).

Oke, berikut pembahasannya:

1. Periksa Tabel Partisi BIOS

Boot Priority Harddisk

Pada pengaturan BIOS, kita dapat mengatur pengaturan boot priority. Fungsinya, untuk mengatur storage manakah yang datanya akan diprioritaskan untuk melakukan proses booting.

Ini harus diperhatikan. Karena kalau salah, misalnya malah mengarah ke disk non sistem, maka errordisk read error occurred” ini bisa terjadi.

Untuk cara mengaturnya bisa berbeda-beda di setiap PC atau laptop. Namun secara garis besar, Anda hanya perlu masuk ke BIOS, kemudian cari pengaturan Boot Priority atau Boot Options di sana.

Baca Juga: Coba, Yuk! Cara Mengatasi Windows yang Stuck di Logo.

2. Clear Baterai CMOS

Clear CMOS

Semua pengaturan BIOS itu akan tersimpan, dengan memakai baterai CMOS sebagai salah satu medianya.

Nah, dengan melakukan clear baterai CMOS, maka semua pengaturan BIOS yang tersimpan pun akan hilang. Atau lebih tepatnya akan di-reset kembali.

Bagaimana untuk cara menghapusnya? Ini pun mungkin berbeda-beda di tiap motherboard atau tipe perangkat yang digunakan. Jadi, silakan coba cek langsung di buku panduan bawaannya.

3. Cek Kabel Harddisk

Cek Kabel Harddisk

Seperti yang saya bilang tadi, masalah kabel SATA juga bisa mempengaruhi proses pembacaan disk menjadi terganggu.

Nah, untuk pengguna komputer, silakan cek dulu kabel SATA yang dipakai. Pastikan sudah terpasang dengan benar, dan tidak dalam posisi tertekuk.

Kalau mau yang lebih mudah, bisa ganti langsung saja kabelnya. Harganya murah, kok. Hanya sekitar 15 sampai 30 ribu rupiah saja.

Ketahui Juga Cara Mengubah MBR ke GPT di Windows 10.

4. Cek Harddisk yang Dipakai

Cek Harddisk

Ketika terdapat suatu kerusakan sector, maka secara otomatis, komputer pun tidak akan mampu membaca harddisk secara keseluruhan, apalagi pada sistem.

Di sini, disarankan agar Anda mengecek terlebih dahulu kondisi harddisk yang dipakai. Tujuannya untuk mengetahui, apakah harddisknya masih normal atau tidak.

Untuk cara ceknya, harddisk yang digunakan harus dilepas terlebih dahulu, yang kemudian dipasang lagi ke komputer lain.

Setelah itu, Anda bisa menggunakan aplikasi monitoring, seperti Harddisk Sentinel atau HDTune misalnya.

5. Memperbaiki MBR Lewat CMD

Mengatasi MBR Error

Buat Anda yang belum tahu tentang MBR, intinya MBR ini adalah sebuah sistem yang mencari dan mengatur partisi boot aktif dari storage (harddisk atau SSD).

Seperti yang saya bilang tadi, MBR ini juga bisa mengalami error, yang mungkin diakibatkan oleh faktor virus atau masalah daya (power supply) yang kurang bagus.

Untungnya, untuk memperbaiki masalah ini pun tidak begitu sulit. Caranya:

  1. Boot dulu komputer melalui instalasi.
  2. Pilih opsi Repair Your Computer.
  3. Masuk ke Troubleshoot > Advanced Options.
  4. Buka Command Prompt (CMD).
  5. Masukkan perintah “fixmbr“, lalu klik Enter.
  6. Masukkan lagi perintah “fixboot“, lalu klik Enter.

Fungsi kedua perintah di atas adalah untuk memperbaiki Master Boot Record (MBR), sekaligus untuk memperbaiki sistem boot.

Jika Anda sudah selesai menerapkan langkah-langkah di atas, silakan restart komputer Anda.

Selain cara di atas, Anda juga bisa coba memasukkan perintah chkdsk C: /f /x /r untuk memperbaiki drive error yang ada pada sistem.

6. Reinstall Windows

Install Ulang Windows

Jika cara di atas masih belum berhasil juga, maka solusi jitu lainnya, Anda bisa coba melakukan install ulang Windows.

Cara ini bisa dibilang cukup efektif, hingga 79% kemungkinan berhasilnya. Bahkan sudah sering saya coba sendiri, lho.

Oh ya, tapi sebelumnya, pastikan juga kalau Anda sudah menerapkan semua hal di atas, dan storage yang dipakai juga masih normal, ya.

Karena jika tidak, sewaktu proses instalasi nanti, kemungkinan akan terjadi stuck, atau terjadi error lainnya. Misalnya seperti error code 0x80070570.

Akhir Kata

Demikianlah singkat pembahasan yang bisa saya bagikan kali ini. Keenam cara tersebut, adalah solusi yang paling sering saya terapkan sendiri, untuk mengatasi masalah pesan “A disk read error occurred. Press Ctrl+Alt+Del to restart“.

Intinya, di sini kita hanya harus fokus untuk memperbaiki sistem yang rusak, serta memastikan pula tidak ada hardware yang rusak (utamanya harddisk). Sehingga, komputer atau laptop Anda bisa jadi normal kembali.

Dari puluhan kali saya mendapati pesan error ini, jujur saja semuanya bisa diperbaiki. Hingga saat ini, lho.

Anda mengalami masalah lain? Salah satu langkah sudah diterapkan, tapi belum berhasil? Atau ada pertanyaan lain? Silakan kirimkan detailnya, lewat kolom komentar di bawah ini.

Semoga bermanfaat.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like