√ 10+ Cara Mengatasi HP Suka Mati Sendiri | UPDATE 2020!

Android Mati Restart

HP yang lagi enak-enak dipakai, tiba-tiba malah mati sendiri. Kalau nggak mati sendiri, kadang restart sendiri. Hal ini tentu saja menjengkelkan.

Apalagi kalau lagi kerja, bisa-bisa nggak tersimpan, deh, kerjaannya.

Jujur saja, saya sendiri pun sering mengalami masalah ini. HP yang saya pakai, sampai saat ini kadang-kadang suka mati atau restart sendiri. Dan ini terjadi tiba-tiba begitu saja, lho.

Gejalanya muncul ketika saya sedang browsing, baca manga (komik), atau sedang nonton film umumnya.

Memang tidak terlalu sering, sih. Tapi lumayan menganggu juga.

Lebih dari itu, masalah ini pun bisa dialami oleh semua merk dan tipe HP, lho.

Penyebab HP Suka Mati Tiba-Tiba

Sebenarnya, apa sih faktor-faktor yang bisa menyebabkan masalah seperti ini? Kalau penasaran, yuk, simak pembahasannya berikut ini:

Status Baterai Eror: Misalnya kondisi baterai masih 80%, padahal sebenarnya kapasitas tersisa tinggal 4%. Ini bisa menyebabkan HP sering mati sendiri walau padahal baterai terlihat masih banyak.

Sistem Crash: Biasanya diawali dulu dengan kerja HP yang macet, lag, dan sejenisnya, sebelum akhirnya mati. Penyebabnya bisa karena sistem tidak stabil, atau RAM yang sudah terlalu penuh.

Baterai HP Rusak: Baterai yang rusak atau sudah tua, bisa membuat HP suka mati sewaktu dipakai.

HP Terlalu Panas: Kondisi ini dinamakan overheat. Adalah kondisi di mana chipset (komponen HP) yang temperaturnya terlalu panas. HP sengaja dimatikan oleh sistem, bertujuan agar tidak ada kerusakan oleh suhu ekstrim yang ada.

Efek Samping Root: Rooting HP Android memang bisa mendatangkan banyak manfaat. Namun di sisi lain, ada juga resiko yang mungkin terjadi. Termasuk beresiko membuat HP mati, seperti yang sedang kita bahas kali ini.

Ada Komponen Rusak: Untuk komponen spesifiknya apa, ini bisa berbeda-beda. Bisa dari yang ringan seperti konektor baterai, sampai masalah komponen IC.

HP Mati sendiri, ini beda cerita dengan HP restart tiba-tiba. Untuk mengatasi HP restart ini, Anda lebih baik baca artikel berikut ini: 8 Cara Ampuh Mengatasi HP Restart Sendiri.

Cara Memperbaiki HP yang Suka Mati Sendiri

Kita akan bagi penyebabnya menjadi 2 golongan besar. Pertama komponen, kemudian sistem.

Nah, lalu untuk mengatasinya, cara yang dipakai bukan hanya ada 1 atau 2 saja, melainkan ada 10 cara yang akan saya bagikan di sini.

Berikut ini saya ingin membahas bagaimana caranya untuk memperbaiki HP yang suka mati sendiri.

1. Lakukan Perbaikan Pada Status Baterai yang Eror

Aplikasi Kalibrasi Baterai

Seperti yang sempat saya bilang tadi, masalah HP yang suka mati tiba-tiba ini bisa disebabkan karena status baterai yang ditampilkannya, berbeda dengan isi baterai tersisa secara real-nya.

Hal ini jelas bisa menyebabkan Android mati sendiri secara tiba-tiba, ketika isi baterai sebenarnya sudah habis.

Nah, cara mengatasinya tidak sulit. Anda bisa melakukan kalibrasi baterai dengan aplikasi yang bisa didapat di Google Playstore.

  1. Pertama, silakan download aplikasi Battery Calibration di Playstore.
  2. Kemudian buka aplikasinya.
  3. Silakan charge baterai hingga 100 persen.
  4. Setelah baterai terisi penuh, jangan dicabut dulu kabel charger-nya. Silakan lakukan kalibrasi pada aplikasi yang masih terbuka tadi.
  5. Terakhir, baru bisa cabut kabel charger HP-nya.

Status baterai eror ini memang jarang terjadi, sih. Tapi kadang muncul dalam keadaaan tertentu, seiring lamanya pemakaian HP.

Keadaan seperti apa yang bisa memicu terjadinya hal ini? Nah, contoh utamanya adalah sebagai berikut:

Setelah update sistem: Setelah sistem di-update, Android mungkin tidak akan selalu lancar-lancar saja. Bisa ada bugbug tertentu yang mungkin muncul. Nah, salah satunya adalah status baterai yang eror ini.

Root: Rooting Android kadang juga berdampak pada status baterai yang menjadi tidak akurat.

Menginstal Custom ROM: Setelah menginstal Custom ROM, biasanya status baterai akan eror. Tapi ini tergantung merk dan tipe yang dipakai juga.

Dan penyebab lainnya: Ada beberapa penyebab lain yang belum bisa dijelaskan. Bahkan, status baterai yang eror juga bisa muncul tiba-tiba.

Dengan melakukan kalibrasi, status baterai pada sistem akan disesuaikan kembali, sehingga bisa menampilkan data yang lebih akurat.

Oh ya, sedikit informasi, kalibrasi ini fungsinya untuk memperbaiki status baterai HP yang eror, BUKAN untuk membuat baterai HP menjadi lebih hemat. Sebab, masih banyak yang salah kaprah.

Kalau mau hemat baterai, Anda bisa membersihkan HP Anda cara membersihkan RAM yang telah terbukti lebih efektif.

2. Perbaiki Sistem HP yang Crash

Solusi Sistem HP Crash

Sistem yang dimaksud di sini, adalah ROM yang terinstal pada HP.

Buat saya pribadi, masalah HP yang suka mati tiba-tiba sewaktu dipakai, umumnya disebabkan oleh faktor ini.

Terutama pada HP-HP keluaran lama, yang jangka pemakaiannya sudah di atas 3 tahun. Wah, pasti performa sistemnya sudah menurun, deh.

Untuk penyebabnya sendiri bermacam-macam, bisa karena memang sistemnya tidak stabil, memori internal yang penuh, terlalu banyak aplikasi, sampai terdapat bug pada sistem.

Ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, di antaranya:

Update Sistem: Pembaruan untuk sistem, biasanya dirilis oleh vendor HP dalam sekian waktu sekali. Fungsinya untuk membuat sistem jadi lebih stabil, dan menambahkan beberapa fitur-fitur baru. Untuk cara update-nya, bisa cek di:

Setelan > Tentang > Update.

Rollback Sistem: Rollback ini kebalikan dari update. Kalau “update” berarti memperbarui, sedangkan “rollback” berarti mengembalikan sistem ke versi lama. Lakukan hal ini jika masalah sistem crash terjadi setelah sistem di-update.

Reset Pabrik: Sekitar 80% masalah sistem, bisa diatasi dengan cara me-reset HP. Fungsinya untuk mengembalikan pengaturan HP ke kondisi awal, sehingga sistem bisa jadi stabil kembali. Caranya, silakan cek di:

Setelan > Cadangkan dan Setel Ulang > Kembalikan HP ke Pengaturan Pabrik.

Khusus untuk opsi reset, pastikan Anda sudah backup data-data penting dul, ya. Supaya aman, bisa baca Cara Reset HP Android.

3. Atasi HP Anda yang Suka Overheat

Cara Mengatasi HP Overheat

HP menjadi panas, bisa disebabkan karena banyaknya aplikasi yang berjalan secara bersamaan.

Selain itu, ini pun bisa disebabkan karena faktor bawaan dari komponen chipset processor HP-nya, yang mungkin kurang stabil sehingga menimbulkan panas berlebih.

Untuk solusinya sendiri, kalau dijelaskan satu per satu akan cukup panjang. Lengkapnya Anda bisa coba baca artikel berikut ini.

Oh ya, disarankan untuk mengatasi masalah overheating ini secepatnya, ya. Karena lama kelamaan, bisa membuat komponen HP rusak dan membuatnya tidak bisa dipakai lagi.

4. Mati Sendiri Karena Masalah Root? Ini Solusinya

HP Mati Setelah Root

Masalah root ini ada hubungannya dengan crash pada sistem. Karena bukan tidak mungkin, ada beberapa aplikasi yang berjalan dengan hak admin tanpa kita sadari.

Salah satu HP saya yang berada dalam keadaan root, terkadang memang terasa performanya menurun, bahkan hang. Ini jauh berbeda jika dibandingkan dalam keadaan non-root yang mana relatif stabil performanya.

Karena itu, saya sarankan untuk coba unroot saja HP Anda. Tujuannya untuk menghilangkan akses root yang telah dibuat.

Bagaimana kalau akses root-nya nggak mau dihilangkan? Well, solusinya bisa coba gunakan aplikasi tambahan atau Tweak untuk menstabilkan sistemnya.

5. Lakukan Pembersihan File Sampah yang Menumpuk

Mengatasi File Sampah Android

Saat HP Android digunakan, secara otomatis akan menyimpan cache. File cache ini lama kelamaan akan semakin menumpuk, dan akhirnya akan memperberat kinerja HP.

File sampah paling banyak didapat dari aplikasi dan browser. Jadi, penumpukan cache yang berlebih ini sangat wajar, apabila Anda sering memakai browser atau aplikasi media sosial.

Untuk membersihkannya tidak begitu sulit, kok. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut:

Cara Pertama: Silakan pergi ke Settings > Apps > Cari aplikasi yang ingin dibersihkan cache-nya (Pilih yang sering dipakai) > Kemudian klik Clear Cache.

Cara Kedua: Anda bisa mencoba membersihkan file sampah dengan aplikasi pihak ketiga (aplikasi cleaner).

Cara ketiga: Bisa juga dengan me-reset HP ke pengaturan pabrik menggunakan cara yang telah saya bahas sebelumnya.

Oh ya, baiknya, optimalisasi file sampah ini harus dilakukan secara rutin. Minimal 2 minggu sekali. Tapi kalau HP sering dipakai untuk pekerjaan berat, lakukan seminggu sekali.

6. HP Anda Sudah Terlalu Tua? Ini Solusinya

HP yang terlalu tua, komponennya pun otomatis sudah melemah.

Diakibatkan lamanya pemakaian, sistemnya pun pasti sudah tidak akan begitu stabil lagi. Termasuk karena file sampahnya yang juga sudah sangat menumpuk terlalu banyak.

Karena itulah HP yang suka mati sendiri lebih sering ditemui di HP yang sudah berumur, ketimbang HP-HP yang masih baru.

Terus mengatasinya gimana? Apakah harus ganti HP?

Tentu tidak. Anda bisa mencoba opsi reset dan mengganti baterai HP. Dengan cara tersebut, biasanya kinerja HP akan jadi normal kembali.

7. Coba Scan Menggunakan Antivirus

Scanning Dengan Antivirus

Ini sengaja tidak saya tulis di atas dikarenakan virus merupakan hal yang jarang muncul di HP. Tapi untuk solusi ini tetap saya tulis, guna mengatasi kemungkinan yang ada.

To the point saja, kenapa sih virus bisa membuat HP suka mati sendiri?

Jawabannya adalah karena virus ini merupakan jenis program yang suka berjalan tanpa kita ketahui.

Jika programnya ringan, mungkin tidak masalah. Namun jika memakan resource memori yang banyak, otomatis HP akan menjadi tidak stabil nantinya.

Cara mengatasinya, coba pakai Antivirus yang tersedia di Playstore. Biasanya sudah cukup.

8. Gunakan Aplikasi Pembersih RAM

Aplikasi Pembersih RAM

Singkatnya ini adalah jenis aplikasi yang berguna untuk mengoptimalisasi RAM secara otomatis agar tidak terlalu penuh.

Penting nggak sih? Sebenarnya tergantung sih.

Jika Anda bisa mengatur aplikasi-aplikasi yang berjalan secara manual, maka pembersih RAM tidak diperlukan lagi.

Tapi lain halnya kalau Anda tidak paham mengenai apa saja aplikasi yang berjalan, sisa kapasitasnya, atau bahkan tentang RAM itu sendiri. Jika demikian, Anda bisa coba pakai aplikasi pembersih RAM ini.

9. Coba Ganti Baterai HP (Update!)

Mengganti Baterai HP

Update ini saya buat berdasarkan pertanyaan tentang HP Samsung yang mati hidup sendiri.

Izin cerita sedikit, ya.

HP ibu saya -Samsung J5- kebetulan sering mengalami masalah restart sendiri. Selain itu, juga terkadang mengalami mati secara tiba-tiba.

Usut punya usut, penyebabnya ternyata disebabkan karena baterainya yang sudah agak lama, serta memori internalnya yang terlalu penuh. Dampaknya berakibat ke sistem yang akhirnya mengalami crash.

Apa yang saya lakukan? Ternyata mudah. Cukup ganti baterai HP-nya, lalu reset HP ke pengaturan pabrik, persis seperti yang saya jelaskan di poin sebelumnya.

Hasilnya? HP bisa normal kembali.

Untuk Anda yang kira-kira punya masalah serupa, mungkin Anda bisa pertimbangkan hal ini.

10. Coba Perbaiki Kerusakan Pada Komponen (Update!)

Memperbaiki Komponen HP Rusak

Penyebab terakhir, kalau poin-poin analisa yang telah dilakukan masih nihil. Besar kemungkinannya terdapat salah satu komponen HP Anda yang mengalami kerusakan.

Penyebab komponen yang rusak ini ada banyak sekali tentunya. Mulai dari baterai (seperti poin sebelumnya), sampai masalah IC.

Nah, tips yang bisa saya berikan hanya seperti berikut:

  • Kalau positif baterai rusak, silakan coba ganti baterai dulu. Bisa juga mengetes baterai HP lain asalkan cocok.
  • Periksa bagian konektor antara baterai dengan HP. Konektor ini bentuknya seperti per berwarna kuning keemasan, dan terletak di ujung tempat bertemunya dengan kuningan pada baterai. Jangan sampai ada karat atau kotoran yang menempel, karena bisa mengganggu penghantaran listrik antar baterai.

Kalau belum jalan, kemungkinan memang ada kerusakan pada IC HP. Kalau nggak paham, disarankan untuk membawanya ke Service Center saja untuk dicek.

Nah, untuk pengecekan, mereka akan menggunakan alat-alat khusus, seperti Power Supply khusus untuk mengecek tegangan pada HP-nya.

Kerusakan komponen juga bisa disebabkan karena faktor internal (panas dan sejenisnya) atau eksternal (terkena air misalnya).

Oleh karena itu, ke depannya Anda wajib untuk lebih berhati-hati.

Penutup

HP Android yang mati atau restart sendiri, tidaklah berbahaya, asalkan bukan komponennya yang rusak, melainkan masalah pada sistem.

Kalau intensitasnya tidak begitu sering, tidak diperbaiki pun tidak masalah. Karena tidak berdampak pada apa pun.

Apalagi beberapa cara di atas akan cukup merepotkan dan memakan waktu. Seperti reset pabrik, yang artinya kita harus mengatur ulang HP dari awal lagi. Belum dengan masih harus menginstal aplikasi-aplikasinya.

Nah, tapi kalau rusaknya terletak pada komponen, mau tidak mau Anda harus meng-garansikannya supaya komponen yang rusaknya tersebut diganti dengan yang baru.

Semoga bermanfaat.

2 Shares:
22 comments
  1. Hp gue kenapa gatau sekarang" ini kok tiba" mati sendiri .. Padahal sebelumnya sangat stabil.. Kenapa ya lur??
    Tapi saya sering main game ML juga

  2. Hp saya baru di upgrade tapi baru 76% macet terpaksa saya cabut baterai nya padahal memori belum penuh .ram terlalu belum penuh kenapa ya ? Tapi saat itu sedang internet

    1. Sedang di upgrade lalu macet? Itu dicabut HPnya gak apa-apa kan mas?

      Sebenarnya macet gini ga selalu dari RAM atau memori mas. Unstable System itu bisa dari banyak penyebab.

      Saran saya, paling efektif dengan reset mas, biasanya normal lagi seperti sedia kala

  3. hp saya sebelumnya ga pernah kerestart sendiri, tapi tiba2 mati dengan sendirinya dan gamau hidup lagi, di cas juga gamau nyala, kira2 itu kenapa ya ? apakah bermasalah dengan baterainya harus ganti baterai gitu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like