√ Pengertian Corel Draw, Fungsi, Kegunaan Dan Sejarahnya | Lengkap

Pengertian Corel Draw Sejarah dan Fungsi

Bicara soal software komputer, rasanya memang tidak akan ada habisnya, ya? Hingga saat ini, ada banyak sekali software komputer yang telah dirilis. Mungkin puluhan ribu, atau bahkan lebih dari itu.

Salah satu software yang menarik untuk dibahas adalah Corel Draw.

Di artikel kali ini, kita akan membahas seputar pengertian Corel Draw, fungsi Corel Draw, kegunaannya, dan sejarah tentang aplikasi ini.

Tujuan dari artikel ini, mirip seperti pengertian Photoshop yang pernah saya bagikan sebelumnya, yakni untuk berbagi pengetahuan, terutama buat Anda untuk yang belum kenal dengan Corel Draw.

Pengertian Corel Draw

Apa Itu Corel Draw
Gambar Vector Seperti Ini Bisa Didesain dengan Corel Draw

Apa itu Corel Draw? Singkatnya, Corel Draw adalah sebuah aplikasi grafis di bidang vektor, ilustrasi, dan edit foto. Aplikasi ini dikembangkan oleh perusahaan Corel yang berasal dari Ottawa (Ibu kota Kanada).

Bagi para desainer grafis, Corel Draw bukanlah sebuah software yang asing lagi. Karena fungsinya sebagai pengolah grafis, software ini terbilang sangat membantu dalam membuat sebuah gambar atau sketsa tertentu.

Apalagi mengingat fitur-fiturnya yang sangat lengkap, dan senantiasa mendapat penyegaran dari masa ke masa, Corel Draw semakin melekat saja di hati para desainer grafis.

Tidak heran, jika banyak perusahaan (terutama yang bergerak di bidang percetakan) menggunakan Corel Draw sebagai salah satu aplikasi yang wajib dimiliki.

Sejarah Corel Draw

Sejarah Corel Draw

Pada awalnya, perusahaan Corel Corporation didirikan oleh Michael Cowpland pada tahun 1985.

Dua tahun kemudian, atau tepatnya pada tahun 1987, perusahaan ini merekrut programmer Michel Bouillon dan Pat Beirne untuk mengembangkan software editing dalam bidang grafis vektor.

Program tersebutlah yang akhirnya dinamakan Corel Draw. Corel Draw sendiri pertama kali dirilis pada tahun 1989 dengan versi awal 1.0.

Seiring dengan perkembangannya, hingga kini Corel Draw telah digunakan oleh puluhan juta pengguna komputer dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Fungsi Corel Draw

Fungsi Corel
Beberapa fungsi yang bisa dilakukan di Corel Draw (Sumber : coreldraw.com)

Ada beberapa fungsi dari software ini, di antaranya:

Membuat Gambar Vektor: Vektor adalah jenis gambar yang mana kalau diperbesar ukurannya (zoom), maka hasilnya tidak akan pecah. Untuk membuat gambar vektor, hanya ada sekian software saja yang sudah mendukungnya, dan salah satu yang terkenal adalah Corel Draw.

Pembuatan Ilustrasi: Saat ini, kebutuhan ilustrasi cukup tinggi untuk berbagai keperluan, seperti advertising misalnya. Dengan Corel Draw, pembuatan ilustrasi sangat mungkin dilakukan, dan hasilnya pun terkenal berkualitas tinggi.

Pembuatan Logo: Banyak sekali perusahaan yang memakai Corel Draw untuk mendesain logo merk mereka. Terutama jika yang menggunakan tipe logo dua dimensi.

Pembuatan Brosur, Undangan, dan Sejenisnya: Di Indonesia, hal ini cukup banyak dicari. Lewat Corel Draw, desain seperti undangan, brosur, dan sebagainya, bisa dibuat beragam, karena font serta ilustrasi yang bisa dibuat sangat bermacam-macam pula.

Pembuatan Cover Buku: Perusahaan penerbit juga biasanya memakai Corel Draw untuk mendesain cover buku yang akan mereka terbitkan. Sebagai contoh, jika Anda pernah melihat buku tutorial menggunakan Corel Draw, mungkin sampulnya juga didesain dengan aplikasi ini.

Pembuatan Infografis: Infografis adalah kumpulan informasi tertentu yang dikemas secara menarik dalam bentuk gambar. Pembuatan infografis, membutuhkan software khusus seperti Corel Draw.

Software Edit Foto: Walau terkenal sebagai aplikasi pembuat vektor, Corel Draw juga sebenarnya bisa digunakan sebagai aplikasi editing foto. Bahkan, aplikasi ini mendukung fitur editing menarik untuk meningkatkan kualitas foto

Contoh edit foto di Corel Draw, bisa baca artikel: Cara Menghilangkan Background Foto di Corel.

Software Tipografi: Jenis tulisan yang terlihat menarik dengan font yang telah diatur sedemikian rupa. Pembuatan tipografi ini bisa dilakukan menggunakan Corel Draw juga, lho.

Membantu Desain Web: Untuk mendesain website agar user interface terlihat menarik dan mudah digunakan, akan lebih baik jika dibantu oleh software tertentu. Dengan Corel Draw, Anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut, karena beberapa fiturnya bisa membantu.

Dan Lain-Lain: Layaknya aplikasi desain grafis pada umumnya, fungsi keseluruhan dari Corel Draw tentu sangat berlimpah, sehingga rasanya tidak bisa dijelaskan semua. Selain itu, keperluan penggunaannya pun memang berbeda-beda.

Baca Juga: Cara Ubah Background Foto Secara Online

Versi Corel Draw dari Masa ke Masa

Versi Corel Draw

Corel Draw 1.0: Dirilis pada tahun 1989. Mendukung sistem operasi Windows 3.0 dan 3.1. Pada versi ini, pembuatan desain untuk kop surat, undangan, atau brosur sudah dimungkinkan.

Corel Draw 2.0: Setelah versi 1.0 mendapatkan beberapa kali penyegaran, Corel Draw 2.0 akhirnya dirilis pada tahun 1990. Terdapat beberapa update seperti fitur Envelope Tool dan Perspective.

Corel Draw 2.5: Versi ini dirilis pada september tahun 1991, sebagai pengembangan dari versi sebelumnya.

Corel Draw 3.0: Dirilis pada tahun 1992. Terdapat update untuk membuat penggunaan memori menjadi lebih efisien, juga fitur baru untuk preview hasil desain.

Corel Draw 4.0: Dirilis pada tahun 1993. Terdapat peningkatan fitur multi-page dan dimungkinkan untuk digunakan sebagai software desktop publishing.

Corel Draw 5.0: Pada versi ini, terdapat update fitur yang membuatnya menjadi semakin dikenal di kalangan desainer grafis. Misalnya Color Management, Display Calibration, Lens effect, Bitmap effect, dan lain-lain. Versi ini dirilis pada tahun 1994.

Corel Draw 6.0: Dirilis pada tahun 1995. Aplikasi ini sudah ditingkatkan untuk support Windows 95, sehingga cocok untuk dijalankan pada sistem operasi arsitektur 32-bit.

Corel Draw 7.0: Dirilis pada tahun 1996. Di versi ini terdapat banyak sekali tool dan fitur baru. Misalnya Blend Tool, Transparency Tool, Spell Checker, Print Review, dan lain-lain.

Corel Draw 8.0: Dirilis pada tahun 1997. Desain versi ini dibuat lebih modern dari versi sebelumnya. Terdapat juga update fitur Drop Shadows, Distortion, dan lain-lain.

Corel Draw 9.0: Pengembangan dari versi sebelumnya. Terdapat penambahan fitur untuk pembuatan animasi vektor, pembuatan elemen website, dan masih banyak lagi. Dirilis pada tahun 1999.

Corel Draw 10.0: Dirilis pada tahun 2000, pada versi ini penyimpanan file grafis berformat SVG telah diterapkan.

Corel Draw 11.0: Dirilis pada tahun 2002. Terdapat peningkatan mencolok pada fitur untuk desain website.

Corel Draw 12.0: Satu tahun setelah versi sebelumnya, yakni pada 2003, Corel Draw versi 12.0 dirilis. Untuk versi ini terdapat peningkatan fitur yang memungkinkan pembuatan gambar menjadi lebih presisi.

Corel Draw X3: 2005 adalah awal dimana penyebutan versi Corel Draw berubah. Pada Corel Draw X3 ini, terdapat peningkatan user interface serta fitur yang cukup signifikan.

Corel Draw X4: Versi Corel Draw yang dirilis pada tahun 2008 ini dibuat untuk meningkatkan kompatibilitas dengan Windows Vista. Terkenal dengan salah satu pembaruannya untuk support format RAW.

Corel Draw X5: Dirilis pada tahun 2010. Versi ini sudah distabilkan untuk sistem operasi Windows 7 dan untuk processor Multi-Core ke atas. Tentu saja terdapat juga peningkatan fitur dalam segi desain, misalnya mesh tool dengan transparansi, pixel view, dan update dukungan format file.

Corel Draw X6: Dirilis pada tahun 2012 sebagai penyempurnaan dari versi sebelumnya. Di update ini, telah tersedia versi 32-bit dan 64-bit.

Corel Draw X7: Versi yang dirilis pada tahun 2014 ini masih cukup banyak digunakan hingga kini. Interface-nya telah didesain menjadi flat serta terdapat banyak update baru, yang membuat penggambaran menjadi lebih presisi, serta fitur photo editing menjadi lebih beragam.

Corel Draw X8: Versi pengembangan dari sebelumnya. Dirilis pada tahun 2016. Telah didesain untuk support Windows 10 serta desain pada monitor 4K multi-monitor.

Corel Draw 2017: Kebutuhan desain meningkat ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pada versi ini, Corel Draw meng-update banyak fungsi baru. Salah satunya ialah support touch-screen atau tablet.

Corel Draw 2018: Di versi ini terkenal dengan pembaruan redesign interface serta performa yang lebih baik dari sebelumnya. Juga terdapat beragam fitur baru yang membuat desain menjadi lebih menarik.

Format yang Support Corel Draw

Format Corel Draw

Sebenarnya, Corel Draw saat ini telah mendukung lebih dari 100 format file yang berhubungan dengan grafis, lho. Di antaranya termasuk .AI, .PNG, .JPG, .PDF, .SVG, dan lain-lain.

Akan tetapi, secara garis besar, ada 3 jenis format yang berhubungan langsung dengan Corel Draw itu sendiri, yaitu:

CDX: Adalah berkas Corel yang telah terkompress, sehingga secara ukuran menjadi lebih kecil. CDX juga merupakan berkas Corel untuk presentasi.

CDT: CDT ini adalah berkas khusus untuk template dari aplikasi Corel Draw.

CDR: Format yang secara umum ditemui di Corel Draw. Bisa dari hasil penyimpanan desain sebelumnya.

System Requirements untuk Corel Draw

Seperti yang kita bahas tadi, Corel Draw memiliki versi berbeda-beda, yang dirilis pada tahun yang berbeda-beda pula. Jadi, system requirements yang dibutuhkan juga beragam, menyesuaikan perkembangan hardware yang ada.

Nah, sebagai contoh, berikut ini adalah system requirements untuk Corel Draw versi terbaru:

  • Processor: Intel Core I3/I5/I7 atau AMD Athlon 64. Untuk kelancaran desain, lebih tinggi tentunya lebih baik.
  • RAM: 2GB.
  • Harddisk: 2.5GB atau menyesuaikan.
  • Monitor: Touchscreen atau tablet. Optional, karena tidak semua monitor mendukung fitur tersebut. Minimal resolusi 1280×720 (HD).
  • Kebutuhan sistem: NET Framework 4.7.
  • Sistem Operasi: Windows 10, Windows 8.1, dan Windows 7 32-bit atau 64-bit.

Selain Windows, MacOS dan Linux juga mendukung untuk penggunaan Corel Draw. Hanya saja, versinya harus diperhatikan agar bisa sesuai.

Akhir Kata

Demikian informasi tentang pengertian Corel Draw, fungsi Corel Draw, sejarah, serta kegunaannya.

Pembahasan di sini, sengaja saya buat selengkap mungkin, juga semudah mungkin untuk dipahami, agar cocok untuk dibaca oleh para pelajar.

Tapi, kalau dirasa ada yang masih kurang jelas, jangan ragu untuk menanyakannya lewat kolom komentar di bawah ini, ya. Begitu pun kalau sekiranya ada yang perlu direvisi.

Mungkin kita cukupkan di sini pembahasannya. Kurang lebihnya mohon maaf, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Baca Juga: Cara Membuat Background Foto Menjadi Transparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like